website statistics Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia - PDF Books Online
Hot Best Seller

Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia

Availability: Ready to download

Paradoks kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan entitas yang teramat konkrit sekaligus demikian abstrak. Ia konkrit karena sesungguhnya menyangkut apa pun yang nyaris ada dalam dunia-manusia. Demikian abstrak karena segala bentuk pewacanaan tentangnya telah berkembang menjadi begitu rumit, skeptis, dan penuh kontroversi. Siapa pun yang mengikuti perkembangan wacana k Paradoks kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan entitas yang teramat konkrit sekaligus demikian abstrak. Ia konkrit karena sesungguhnya menyangkut apa pun yang nyaris ada dalam dunia-manusia. Demikian abstrak karena segala bentuk pewacanaan tentangnya telah berkembang menjadi begitu rumit, skeptis, dan penuh kontroversi. Siapa pun yang mengikuti perkembangan wacana kebudayaan akan melihat kesenjangan yang kian menganga antara realitas budaya yang konkrit itu dengan kekisruhan pada wilayah pewacanaannya. Kesenjangan ini kemudian memunculkan pelbagai pendakuan (claim) tentang kebudayaan yang berpretensi substantif-obyektif atau bersifat empiris-positivistik (Biologi, Sosiologi, Antropologi, dan sebagainya) yang kini terasa sebagai semacam realisme-naif. Buku Filsafat Kebudayaan; Proses Realisasi Manusia karya Budiono Kusumohamidjojo ini menegaskan bahwa Filsafat Kebudayaan adalah kritik kebudayaan. Buku ini mencoba berkelindan di antara kedua kutub ekstrim dilematis di atas sambil cenderung berat pada keinginan memetakan substansi yang bernama kebudayaan dalam konstelasi dunia-manusia mutakhir. Dalam buku ini, penulis memetakan awal permasalahan mendasar kebudayaan dalam refleksi filosofis secara sistematik dan komprehensif. Pelbagai ilustrasi konkrit membuat konteks pembicaraan terasa aktual. Alur penjelasannya yang bernas-tangkas memudahkan pembaca mencerna semua konsep yang ditawarkan, selain juga mengasyikkan.


Compare

Paradoks kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan entitas yang teramat konkrit sekaligus demikian abstrak. Ia konkrit karena sesungguhnya menyangkut apa pun yang nyaris ada dalam dunia-manusia. Demikian abstrak karena segala bentuk pewacanaan tentangnya telah berkembang menjadi begitu rumit, skeptis, dan penuh kontroversi. Siapa pun yang mengikuti perkembangan wacana k Paradoks kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakan entitas yang teramat konkrit sekaligus demikian abstrak. Ia konkrit karena sesungguhnya menyangkut apa pun yang nyaris ada dalam dunia-manusia. Demikian abstrak karena segala bentuk pewacanaan tentangnya telah berkembang menjadi begitu rumit, skeptis, dan penuh kontroversi. Siapa pun yang mengikuti perkembangan wacana kebudayaan akan melihat kesenjangan yang kian menganga antara realitas budaya yang konkrit itu dengan kekisruhan pada wilayah pewacanaannya. Kesenjangan ini kemudian memunculkan pelbagai pendakuan (claim) tentang kebudayaan yang berpretensi substantif-obyektif atau bersifat empiris-positivistik (Biologi, Sosiologi, Antropologi, dan sebagainya) yang kini terasa sebagai semacam realisme-naif. Buku Filsafat Kebudayaan; Proses Realisasi Manusia karya Budiono Kusumohamidjojo ini menegaskan bahwa Filsafat Kebudayaan adalah kritik kebudayaan. Buku ini mencoba berkelindan di antara kedua kutub ekstrim dilematis di atas sambil cenderung berat pada keinginan memetakan substansi yang bernama kebudayaan dalam konstelasi dunia-manusia mutakhir. Dalam buku ini, penulis memetakan awal permasalahan mendasar kebudayaan dalam refleksi filosofis secara sistematik dan komprehensif. Pelbagai ilustrasi konkrit membuat konteks pembicaraan terasa aktual. Alur penjelasannya yang bernas-tangkas memudahkan pembaca mencerna semua konsep yang ditawarkan, selain juga mengasyikkan.

40 review for Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia

  1. 5 out of 5

    Taufan Harimurti

    edisi terbarunya diedit olehku dan diterbitkan oleh Yrama Widya.

  2. 4 out of 5

    Rizky Afriansya

  3. 4 out of 5

    Marchel Kolondam

  4. 4 out of 5

    Dyah Ayu Harfi

  5. 4 out of 5

    Fernanda Puspa Wardani

  6. 4 out of 5

    Atabu

  7. 4 out of 5

    John Ferry Sihotang

  8. 5 out of 5

    Sonia Milatil

  9. 5 out of 5

    Anicha Anicha

  10. 4 out of 5

    Adif

  11. 4 out of 5

    Franky

  12. 4 out of 5

    Rio Mak Dang

  13. 4 out of 5

    Lutfy

  14. 5 out of 5

    Kang'Ardit El-Permasy

  15. 4 out of 5

    Yofangga Rayson

  16. 4 out of 5

    Wing Irawan

  17. 5 out of 5

    Hawwin Zahro

  18. 5 out of 5

    Faldy Lengkey

  19. 4 out of 5

    Yohan Dhiwa

  20. 4 out of 5

    Linda Fahirah

  21. 5 out of 5

    Anno.xavier

  22. 5 out of 5

    Ramadhan Gema

  23. 4 out of 5

    Yori

  24. 4 out of 5

    Ivan

  25. 5 out of 5

    Akorbangassgmail.com

  26. 5 out of 5

    Umar Said

  27. 4 out of 5

    Cindy Caroline

  28. 4 out of 5

    Felix Brilyandio

  29. 5 out of 5

    T Andari

  30. 4 out of 5

    Yhan Relasi

  31. 4 out of 5

    Rumah Formasi OP Surabaya

  32. 4 out of 5

    Azah

  33. 4 out of 5

    Mb Det

  34. 4 out of 5

    Muhamad Muin

  35. 4 out of 5

    Lukman

  36. 5 out of 5

    Audiapr

  37. 5 out of 5

    arkan

  38. 5 out of 5

    Ramadan

  39. 4 out of 5

    Audi Pratama

  40. 4 out of 5

    Suryo Endropriyanto

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.