website statistics Aku Ber-Facebook Maka Aku Ada - PDF Books Online
Hot Best Seller

Aku Ber-Facebook Maka Aku Ada

Availability: Ready to download

Facebook telah menjadi ruang sosial yang baru . Melihat fenomena itu Mas Vbi mencoba menggambarkannya secara kritis dan estetis lewat komik yang luar biasa menarik ini. Kepekaan dan kejeliannya mengantar kita untuk mengalami dunia facebook ini secara lebih luas. Ada kegelian, keharuan ,perasaan bingung absurd, bahkan kejengkelan namun juga sentilan untuk menukik lebih ke d Facebook telah menjadi ruang sosial yang baru . Melihat fenomena itu Mas Vbi mencoba menggambarkannya secara kritis dan estetis lewat komik yang luar biasa menarik ini. Kepekaan dan kejeliannya mengantar kita untuk mengalami dunia facebook ini secara lebih luas. Ada kegelian, keharuan ,perasaan bingung absurd, bahkan kejengkelan namun juga sentilan untuk menukik lebih ke dalam pada diri kita. Secara segar dia menyapa kemanusiaan kita.... -Eko Agus Prawoto, Arsitek, seniman, fesbuker- Komik ini unik banget,dengan gambar yang kocak dan detail yang digarap dengan kreatif. Veby berhasil menjadikan komik ini gak hanya sekedar lucu tapi juga berisi. Wahai Fesbukers, selamat bercermin di komik ini! -Sheila Rooswitha Putri, Komikus “Cerita si Lala”- Meski bukan fesbuker, saya melihat komik ini bisa mengangkat fenomena facebook yang sedang “booming” secara cerdas dan menghibur… Syukurlah, saya tetap nggak berminat ikutan facebook…hahaha… -Muhammad Razi Rahman, wartawan, penulis buku “50 Ilmuwan Muslim Popuer”, bukan fesbuker- berupaya maramaikan ranah komik indonesia raya... dengan sebuah kumpulan komik strip dan beberapa komik lepas tentang fenomena facebook...


Compare

Facebook telah menjadi ruang sosial yang baru . Melihat fenomena itu Mas Vbi mencoba menggambarkannya secara kritis dan estetis lewat komik yang luar biasa menarik ini. Kepekaan dan kejeliannya mengantar kita untuk mengalami dunia facebook ini secara lebih luas. Ada kegelian, keharuan ,perasaan bingung absurd, bahkan kejengkelan namun juga sentilan untuk menukik lebih ke d Facebook telah menjadi ruang sosial yang baru . Melihat fenomena itu Mas Vbi mencoba menggambarkannya secara kritis dan estetis lewat komik yang luar biasa menarik ini. Kepekaan dan kejeliannya mengantar kita untuk mengalami dunia facebook ini secara lebih luas. Ada kegelian, keharuan ,perasaan bingung absurd, bahkan kejengkelan namun juga sentilan untuk menukik lebih ke dalam pada diri kita. Secara segar dia menyapa kemanusiaan kita.... -Eko Agus Prawoto, Arsitek, seniman, fesbuker- Komik ini unik banget,dengan gambar yang kocak dan detail yang digarap dengan kreatif. Veby berhasil menjadikan komik ini gak hanya sekedar lucu tapi juga berisi. Wahai Fesbukers, selamat bercermin di komik ini! -Sheila Rooswitha Putri, Komikus “Cerita si Lala”- Meski bukan fesbuker, saya melihat komik ini bisa mengangkat fenomena facebook yang sedang “booming” secara cerdas dan menghibur… Syukurlah, saya tetap nggak berminat ikutan facebook…hahaha… -Muhammad Razi Rahman, wartawan, penulis buku “50 Ilmuwan Muslim Popuer”, bukan fesbuker- berupaya maramaikan ranah komik indonesia raya... dengan sebuah kumpulan komik strip dan beberapa komik lepas tentang fenomena facebook...

30 review for Aku Ber-Facebook Maka Aku Ada

  1. 4 out of 5

    Indri Juwono

    #2010-60# dibaca sambil bikin SIM aja gak tamat saking cepetnya. jadi diulang di KRL depok-Jakarta. update status : buat SIM. tes kesehatan basa basi 15000. lah, kenapa tempatnya pisah ma kantor polisi ya? bikin bolak balik aja. 21 hours ago via Mobile Web apa sih facebook? sampai dibikin komik ini bawa-bawa kredo Rene Descartes pula.banyak orang dengan sok tahunya berkomentar tentang facebook. update status : ke loket pembayaran. sim A baru 120rb. perpanjang 80rb. perpanjang aja ah, kan SIM hilang. g #2010-60# dibaca sambil bikin SIM aja gak tamat saking cepetnya. jadi diulang di KRL depok-Jakarta. update status : buat SIM. tes kesehatan basa basi 15000. lah, kenapa tempatnya pisah ma kantor polisi ya? bikin bolak balik aja. 21 hours ago via Mobile Web apa sih facebook? sampai dibikin komik ini bawa-bawa kredo Rene Descartes pula.banyak orang dengan sok tahunya berkomentar tentang facebook. update status : ke loket pembayaran. sim A baru 120rb. perpanjang 80rb. perpanjang aja ah, kan SIM hilang. ga usah ke loket asuransi yang 30rb itu, kata orang, nggak kepake juga. 21 hours ago via Mobile Web waw, ternyata facebook benar-benar bisa jadi kehidupan kedua selain dunia nyata. kirim-kiriman coklat, pamer keeksisan diri dengan tag foto, nulis puisi-puisi. dan yang paling hebat adalah update status. bisa-bisanya kita cerita apa yang sedang dilakukan pada segerombolan friendlist kita. update status : masukin formulir ke loket pendaftaran SIM. sebelumnya ke tempat poto dulu buat minta nimbulin no SIM lama gw yang ilang. eh, ada, bagus.. trus dapat kuisioner kinerja pengurusan SIM. 21 hours ago via Mobile Web banyak juga yang nggak berminat punya account facebook, yah karena nggak ngerasa perlu, merasa hanya permainan dunia maya. update status : nunggu foto SIM. lumayan. 20 menit saja. 20 hours ago via Mobile Web indonesia, selain negara korup nomer 1, ternyata juga pengguna facebook terbesar, membanggakan?? nggak penting banget seh.. lah iya, apa kontribusinya terhadap kemajuan indonesia? update status : poto SIM. sisiran dulu biar ga kelihatan lecek. 20 hours ago via Mobile Web facebook bikin ga konsentrasi, pikiran mengawang-awang, gak peduli sama sekitar, usil, komen-komenin status orang. kalau positifnya sih bisa ketemu teman lama, mempererat tali silaturahmi. ketemu pacar lama?? bisa jadi bangeet.. ketemu musuh lama? males banget.. :( ignore aja lah, daripada dia nulis yang nggak-nggak di wall. update status : horee.. SIM gw udah jadi. nelpon ke ktr ga boleh ngebatalin cuti. jadi pulang aja ke rumah maenan ma bintang yang mo berangkat ke bandung. argh, kuisionernya lupa dibalikin. gakpapa. pelayanannya bagus koq. 20 hours ago via Mobile Web masih ada 116 friend request yang belum di-accept. habis gak kenal sih, dan ga ada friend in common-nya. sorry, emang rada protektif dikit. SIMnya jadi, komiknya belum selesai. asik facebookan sih.. dibaca ulang deh...

  2. 5 out of 5

    Sinta Nisfuanna

    AKU BER-FACEBOOK MAKA AKU ADA, sebuah judul menarik sekaligus menjadi menu pembuka yang pas sebelum pembaca mendapatkan sajian ke-eksistensi-an jejaring sosial perebut pesona berbagai usia ini. Bagaimana tidak eksis, jika sebuah fakta survei menunjukkan adanya peningkatan 157% pengguna facebook dari tahun sebelumnya [dinukil dari http://www.terbeken.com/2009/08/06/fa...]. Sebuah data yang menunjukkan bahwa facebook sudah menjadi konsumsi hampir 280 juta orang. Sapa sih yang gak tau facebook? Kecu AKU BER-FACEBOOK MAKA AKU ADA, sebuah judul menarik sekaligus menjadi menu pembuka yang pas sebelum pembaca mendapatkan sajian ke-eksistensi-an jejaring sosial perebut pesona berbagai usia ini. Bagaimana tidak eksis, jika sebuah fakta survei menunjukkan adanya peningkatan 157% pengguna facebook dari tahun sebelumnya [dinukil dari http://www.terbeken.com/2009/08/06/fa...]. Sebuah data yang menunjukkan bahwa facebook sudah menjadi konsumsi hampir 280 juta orang. Sapa sih yang gak tau facebook? Kecuali orang yang hidup terpencil, tak terjangkau listrik bahkan teknologi, pasti semua akan mengangguk, “ya ya, Aku tahu facebook.” Terlepas dari dia menggunakannya atau tidak. Jadi sangat tidak aneh, jika lewat daerah ber-WIFi atau ber-hotspot terlihat deretan laptop menggenjreng layar dengan facebook, atau ketika di angkot terlihat orang menekuni HP demi meng-update atau memantau status dari kontaknya. Apalagi ketika mampir ke warnet, jajaran user saling kasak kusuk atau berteriak mengomentari status seseorang. Oemji! Tak tentram lah ngendon di warnet :P AKU BERFACEBOOK MAKA AKU ADA. Barisan kata yang disadur dari seorang filsuf tenar era revolusi perancis, Descartes, merupakan titik sentral dari beragamnya fenomena facebook yang dibeberkan si komikus. Meningkatnya daya narsis, minimnya privasi, luasnya jaringan, addicted, segala kepositif-negatifan facebook kembalinya ke menu “maka aku ada”. Eksistensi. Sebuah “keberadaan” yang kerap keblinger. Bergulat dengan materi tentang seluk beluk facebook, lewat sketsa para tokoh maupun ekspresi, si komikus mampu memberikan “feel” pada masing-masing karakter, ke-sotoy-an si anggota DPR gendut [yang bikin saya girang setiap dia dilempar gitar ataupun sepatu :P], sosok idealis yang tergambar lewat serampangannya si pengangguran yang nentengin gitarnya ke mana-mana, ekspresi sok melankolis, ekspresi terperangah dengan mata bulat besar, dan segala ketepatan ini membuat pembaca dapat lebih merasakan plot dari cerita. Komik akan terasa lebih menarik jika sentilan diperkuat, baik lewat cerita maupun gambar, karena menurut pembaca sendiri, tema dalam beberapa cerita-cerita panjang dirasa masih kurang mengena ke wilayah kritis, dan teramat sayang jika hanya dijadikan sebagai selingan. Ada cerita yang tampaknya perlu ditinjau ulang alurnya. Ending cerita “dunia fantasi dalam dunia maya” sedikit membingungkan. Apa yang terjadi dengan kamera Jono? Rusak kah? Terhapus kah? Atau apakah? Trus penyebabnya apa? Kemudian sedikit tambahan untuk tips ber-facebook, jangan lupa log out ketika keluar dari warnet. Karena kelalaian sudah cukup sering terjadi, dan "bencana" tak ayal menjadi buahnya. Melihat kecanduan para pengguna facebook, apalagi dengan kemudahan versi mobile yang tak jarang mampu bikin kantong kering, bahkan rela ngutang demi terisinya pulsa hp, sedikit banyak mengajak pembaca untuk berpikir, merenung dengan gejala yang kadang terasa cukup meresahkan. Dengan sebuah penutup yang apik, lewat kepolosan Mas Tjondro, kita diajak untuk menengok kembali urgensi dari sebuah ke"ada"an bernama facebook. NB: Untuk melihat beberapa potongan komik bisa klik di www.jamurkomik.blogspot.com

  3. 5 out of 5

    Reny

    Buku ini ternyata daur ulang buku pertamanya Kang Vbi Djenggotten, Aku Berfacebook Maka Aku Ada. Saya selalu suka baca komik-buku komikus yang satu ini. Cerita di dalam komiknya yang selalu mengangkat tema kehidupan sehari-hari membuat kita bisa menertawakan diri sendiri dan hampir tidak bisa untuk tidak mengiyakan isinya -sampe dalam hati saya suka bilang "iya sih emang gitu biasanya, hahaha" :D Tapi meski begitu, menariknya cerita-cerita yang disampaikan secara sederhana lewat gambar komik kri Buku ini ternyata daur ulang buku pertamanya Kang Vbi Djenggotten, Aku Berfacebook Maka Aku Ada. Saya selalu suka baca komik-buku komikus yang satu ini. Cerita di dalam komiknya yang selalu mengangkat tema kehidupan sehari-hari membuat kita bisa menertawakan diri sendiri dan hampir tidak bisa untuk tidak mengiyakan isinya -sampe dalam hati saya suka bilang "iya sih emang gitu biasanya, hahaha" :D Tapi meski begitu, menariknya cerita-cerita yang disampaikan secara sederhana lewat gambar komik kriwul-kriwelnya membuat saya -lagi-lagi- tidak bisa tidak untuk merenung sesudahnya. Selalu begitu, pun untuk komik-buku yang satu ini. Sumber idenya adalah pemikirannya Om Rene Descartes "Cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada" yang digubah menjadi "Aku berfacebook maka aku ada". Komik-buku ini membuat kita berpikir bahwa betapa facebook kalau dibiarkan begitu saja mampu mengambil porsi terbesar dari waktu yang kita punya. Katakanlah tidak selalu dengan update status, tapi bisa juga dengan memikirkan mau update status apa, mau komenin apa dan mau dikomenin apa, mau chatting sama siapa, mikirin kenapa tadi si ini komenin status kita begitu, kenapa tadi si itu update status tentang si XXX -yang mana jangan-jangan si XXX itu kayaknya aku deh-, kayaknya tadi lupa nge-tag ABCZ, wah enak banget ya jadi si PQRV, ngapain sih JKLS update status begituan?, norak banget si FGMN pamer mulu kerjaannya, dan segudang hal tidak penting lain yang ikut-ikutan membanjiri otak kita yang bersumber dari facebook. Saya sendiri sangat setuju dengan buku ini, facebook adalah salah satu hal yang bikin kerja tidak efektif *curcol, hehe :D Niat awalnya pengen update kabar teman-teman dari facebook. Eh begitu mau logout, adaaaaa ajaaaaa yang nyapa dan ngajak ngobrol lama, keterusan deh. *curcol lagi Banyak hal di buku ini yang menyentil saya, bahkan beberapa bagian membuat saya merasa ditonjok sampe ditendang :p Nih ya... salah satu hal paling-paling nonjok sampe nendang adalah pada bagian dibahasnya efek negatif facebook, terutama yang... Indonesia makin terpuruk tertinggal di dasar. "Gimana sih merubah tampilan facebook...?" >>> orang Indonesia "We'll change the world by this" (gambar roket yang diluncurkan) >>> orang bule -MGMPE! hal 107- Memang sudah seharusnya kitalah yang memegang kendali atas diri kita sendiri, termasuk bagaimana memanfaatkan waktu kita. Di jalan-jalan, mal-mal, sekolah-sekolah, kantor-kantor, rumah-rumah, angkot-angkot, busway-busway, kereta-kereta kalau kita perhatikan mungkin akan lebih banyak orang yang sibuk memperhatikan hape dan jejaring sosialnya ketimbang memperhatikan sekitarnya. Sampai pernah saya berpikir, jangan-jangan akan ada suatu hari di mana seseorang pingsan tapi orang di sebelah-sebelahnya pada ga tau gara-gara saking asyiknya main hape, kalo udah nyadar pun jangan-jangan pada update status dulu baru nolong. Moga-moga nggak sampe kayak begitu ya, temans. Bolehlah kita bersosialisasi di dunia maya, tapi jangan lupa tetap berkontribusi yang positif juga untuk dunia nyata yaaa... Empat bintang untuk komik-buku ini karena: 1. Ceritanya sederhana, tapi menohok banget 2. Lucu dan menarik, baik gambar maupun ceritanya 3. 15 menit aja bisa habis dibaca 4. Tapi setelah baca itu membuat kita merenung lama dan berpikir tentang berbagai macam hikmah ceritanya Satu bintang yang lainnya masih saya tahan karena emang dibandingkan komik-buku beliau yang lain, masih lebih nampol komik-bukunya yang lain. Tapi teteup, bagaimanapun baca aja ya bukunya biar bisa menilai sendiri dan yang terpenting tentu saja mengambil hikmahnya sendiri. Well... Aku membaca, maka aku -dan resensi ini- ada :D

  4. 4 out of 5

    Novi_khansa

    wakakakak huehehe hahahah hihihihi gokil, lucu banget :D bener2 deh komikus yang filosofis top banget, deh :D oh, ya... komiknya punya khas dan beda maaf, ga nge-review, ntar yang belum baca pada ngejar2, huehehehe :D bukannya mau minta tanda tangan, malah pengen nyekek :D karena bisa ga seru, huehehehe... beli aja ya beli :D lewat gw juga bisa :D *promosi :P lewat yang bikin juga bisa, ya iyalah :D nih web komikusnya http://jamurkomik.blogspot.com wakakakak huehehe hahahah hihihihi gokil, lucu banget :D bener2 deh komikus yang filosofis top banget, deh :D oh, ya... komiknya punya khas dan beda maaf, ga nge-review, ntar yang belum baca pada ngejar2, huehehehe :D bukannya mau minta tanda tangan, malah pengen nyekek :D karena bisa ga seru, huehehehe... beli aja ya beli :D lewat gw juga bisa :D *promosi :P lewat yang bikin juga bisa, ya iyalah :D nih web komikusnya http://jamurkomik.blogspot.com

  5. 4 out of 5

    Salsabila

    Really funny. Like... REALLY.

  6. 5 out of 5

    Nadya

    wakakakakkkk... tersepettttt euyyyy...

  7. 5 out of 5

    Palsay

    lucu...85% akurat..heheheheh

  8. 5 out of 5

    Pra

    aku ber-facebook maka aku ada!!!! lucu banget, lumayan buat bacaan ringan dan banyak yang cocok dengan kelakuan Jamaah Al Fesbukiyah yang kukenal

  9. 4 out of 5

    Ninit

    simply hilarious :D

  10. 4 out of 5

    Niea

    lucu ...

  11. 5 out of 5

    Tania Andarini

    Aku berpikir maka aku ada... Jadi ingat pelajaran Filsafat Ilmu di kuliah dulu, sungguhan mata kuliah itu harus ku ulangi karena nilainya tidak sesuai harapan. Aku baru mengerti apa itu Filsafat setelah mengulang pelajaran itu untuk dua kalinya... tapi untuk komik yang satu ini... Hmm... Sekali baca langsung ngakak, apalagi saat tahu salah satu tokoh yang digambarkan dalam komik itu, langsung ngakak membayang si tokoh itu benaran. Tidak perlu pemikiran yang berat untuk mencernanya. Kritis banget. Da Aku berpikir maka aku ada... Jadi ingat pelajaran Filsafat Ilmu di kuliah dulu, sungguhan mata kuliah itu harus ku ulangi karena nilainya tidak sesuai harapan. Aku baru mengerti apa itu Filsafat setelah mengulang pelajaran itu untuk dua kalinya... tapi untuk komik yang satu ini... Hmm... Sekali baca langsung ngakak, apalagi saat tahu salah satu tokoh yang digambarkan dalam komik itu, langsung ngakak membayang si tokoh itu benaran. Tidak perlu pemikiran yang berat untuk mencernanya. Kritis banget. Dan aku tidak perlu berpikir berkali-kali untuk membaca ulang komiknya seperti saat membelinya tidak perlu berpikir berkali-kali. Di tunggu edisinya yang lain mas Vbi. Two Thumbs :"D

  12. 5 out of 5

    Dini

    Sempet bingung kasih 3 atau 4 bintang yah?? Dan sebagai user yang lagi deactivate akun facebooknya, 4 bintang deh akhirnya saya kasih. Kocak, cukup bikin ngikik ( gak bisa ngakak karna numpang baca di TM, heheh ). Pas bagian ulangtahun kado coklat dan sesi foto di Dufan buat pamer di FB.. :) Juga trend Blackberry biar makin cihuy ngefesbuk, nyatanya saya jarang aktifin paket BIS saya tuh. Tetep aja onlen pake laptop pake modem atau wifi kaya sekarang.. ;p Yah cukuplah buat hiburan :DD

  13. 4 out of 5

    Athaya Irfan

    Sebuah buku dengan sindiran nyelekit dan realitas sosial yang diungkap dengan gamblang dan kocak. Lebih tepat disebut komik dengan ilustrasi tokoh yang sederhana tapi dialog antar tokohnya yang bikin buku ini nagih. Addicted and recommended to solved stress.

  14. 4 out of 5

    Nike Andaru

    Setelah suka banget sama Married with Brondong, akhirnya beli dan baca juga yang ini. Padahal ini justru buku sebelum MWB. Dan ternyata... saya suka sekali. Jadi ketagihan nih baca komik2nya Vbi, beneran deh. Ga cuma memberikan gambar-gambar yang lucu tapi juga isinya cerdas.

  15. 4 out of 5

    Henny Alifah

    Menemukan buku fenomenal ini di pesta buku-nya Gramedia Jogja. Menyaksikan sketsa Mas Vebi yang awal-awal. Seperti biasa, kisah tokoh-tokohnya selalu penuh dengan sindiran. Menyenangkan :)

  16. 5 out of 5

    Dion Yulianto

    Masalah dari kebanyakan komik bagus karya penulis lokal adalah jumlah halamannya yang terlalu tipis, tahu-tahu habis saja dibaca sekali duduk hufh wkwkwk.

  17. 4 out of 5

    Wirotomo Nofamilyname

    Baru sempat baca sekarang. Jadi semacam nostalgia, mengenang saat Facebook masih berjaya. Sekarang mah sdh tergilas ole twitter dan path. Yang jelas komik ini menurut saya lucu banget. :-)

  18. 4 out of 5

    'Izzatil 'Adawiyah

    akhirnyaaa, nemu juga komik ini yeay

  19. 5 out of 5

    Alisnaik Alisnaik

    komik ini sukses menyindir saya yang sempat ketagihan sama facebook, hahaha

  20. 5 out of 5

    Nesri Baidani

    Katanya ini komik pertamanya Vbi Djenggoten. Melihat ini dan membandingkan dengan komik-komik sesudahnya, sama seperti melihat proses evolusi menggambar seirang Vbi Djenggoten....

  21. 4 out of 5

    Ryan

    komik asli Indonesia yang menyentil masyarakat dan fenomena kecanduan situs jejarinh sosial bernama Facebook. extremely funny dan aku suka gaya gambarnya si Vbi.

  22. 5 out of 5

    Juna Cybercream

    bagus banget

  23. 4 out of 5

    Indah Threez Lestari

    Siapa yang mau bikin komik Aku Ber-Goodreads Maka Aku Ada, ya? *demam facebook udah lama lewat, demam goodreads belum sembuh juga*

  24. 4 out of 5

    Vivoul Vivoul

  25. 5 out of 5

    Genta Modieze

  26. 4 out of 5

    budhi

  27. 5 out of 5

    Fildzati

  28. 4 out of 5

    Aminese

  29. 4 out of 5

    عبد الغفار

  30. 5 out of 5

    Opi Yongki

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.