website statistics Sementara, Selamanya Screenplay - PDF Books Online
Hot Best Seller

Sementara, Selamanya Screenplay

Availability: Ready to download

Original screenplay untuk miniseri "Sementara, Selamanya" yang ditulis oleh Ika Natassa. Original screenplay untuk miniseri "Sementara, Selamanya" yang ditulis oleh Ika Natassa.


Compare

Original screenplay untuk miniseri "Sementara, Selamanya" yang ditulis oleh Ika Natassa. Original screenplay untuk miniseri "Sementara, Selamanya" yang ditulis oleh Ika Natassa.

30 review for Sementara, Selamanya Screenplay

  1. 5 out of 5

    Daniel

    Ika Natassa Sementara, Selamanya Screenplay Gramedia Pustaka Utama 96 pages 5.0 Ika Natassa's Sementara, Selamanya offers nothing exciting, except from the way it's presented in form of a screenplay. Ika Natassa is at her best when she has a chance to flesh out the details of her characters and their quirks, no matter how unnecessary the details sometimes are, like random trivias that the characters utter or some flashback scene that builds the character's background. The details create some image in Ika Natassa Sementara, Selamanya Screenplay Gramedia Pustaka Utama 96 pages 5.0 Ika Natassa's Sementara, Selamanya offers nothing exciting, except from the way it's presented in form of a screenplay. Ika Natassa is at her best when she has a chance to flesh out the details of her characters and their quirks, no matter how unnecessary the details sometimes are, like random trivias that the characters utter or some flashback scene that builds the character's background. The details create some image in the mind of her readers that make the readers relate and care about the characters' struggle, in spite of their hedonistic and tempestuous behavior. But, that's the beauty of Ika Natassa's works. But first, a disclaimer. I've never watched the series, so I picked up the screenplay without any knowledge what the story is gonna be. The only thing I know is just it's modern pandemic love story. Writing screenplay is different than writing a novel (obviously) as screenplay limits the amount of words that the writer can use to describe the scene. What we can imagine is just a brief explanation for each setting and character's physical description. Natassa is a capable screenwriter, having written the screenplay for her movies herself, but this is the first screenplay that she's ever published. And I believe if it's not for her and her prominence, I bet that this screenplay would not see the light of day. The most noticeable thing from this screenplay is that it deprives her of her weapons. Elaborate settings, perfect build-up, and other knickknacks, like brand namedropping, are Natassa's strengths. Stripped off of all that, Sementara, Selamanya feels lackluster. Of course, you still can see some of her trademarked elements: bearded husband, some random facts about Brown University, also saccharinely romantic interaction between her characters, but you will also find some random product placement (understandable, considering it's the series' sponsor) and nothing exciting and new. Even the ending, which is supposed to be the twist, can be sensed right from the first page, but it's because you can sense a hint of similar formula from other movies or books. But for me, the best thing about Sementara, Selamanya is that it opens opportunities for more screenplays to be published and consumed by aspiring screenwriters, thanks to Natassa's big name, and I guess we all should say, "Thank you, Ika Natassa."

  2. 4 out of 5

    ade

    Tidak semua kisah harus memberikan sebuah makna. Tidak semua kisah harus memberikan sebuah pesan bagi pembacanya. Namun, sebuah kisah antara Saka dan Zara mampu memberikan makna dan pesan terdalam bagi pembacanya, paling tidak bagi gw. Jujur, gw tidak berekspektasi apa-apa pada kisah ini, karena ya sudah percaya banget sama tulisan Ka Ika. Gw tidak membaca sinopsis atau apapun sebelumnya, gw bahkan tidak berani untuk menonton mini series nya, karena ya gw ini tim baca dulu baru nonton, jadi kema Tidak semua kisah harus memberikan sebuah makna. Tidak semua kisah harus memberikan sebuah pesan bagi pembacanya. Namun, sebuah kisah antara Saka dan Zara mampu memberikan makna dan pesan terdalam bagi pembacanya, paling tidak bagi gw. Jujur, gw tidak berekspektasi apa-apa pada kisah ini, karena ya sudah percaya banget sama tulisan Ka Ika. Gw tidak membaca sinopsis atau apapun sebelumnya, gw bahkan tidak berani untuk menonton mini series nya, karena ya gw ini tim baca dulu baru nonton, jadi kemarinan bener-bener nahan buat ga nonton mini seriesnya. Alhasil, hari ini gw membaca buku ini dengan penuh surprise. Kisah Saka dan Zara memang terbilang singkat, tapi sukses membuat gw jatuh hati. Saka dan Zara adalah sepasang suami istri yang harus terpisah karena pandemic, Zara seorang dokter, harus berjuang menyelamatkan banyak nyawa, sehingga membuatnya harus terpisah jarak dari Saka sang suami. Komunikasi hanya bisa mereka lakukan melalui Video Call. Setiap adegan Video Call ini terasa begitu manis, segala kerinduan kasih sayang terpampang nyata. Walau sangat singkat tapi kita bisa merasakan seluruh beban yang mereka pikul bersama. “Yang bisa meluruhkan rindu hanya temu, dan sampai saat itu, satu-satunya pilihan hanyalah menunggu” Bukan Ika Natassa kalau tidak menyuguhkan sebuah kisah dengan kalimat-kalimat menyentuh dan Quoteable. Walau singkat, namun segala dialog yang disampaikan Saka dan Zara terasa membekas, berusaha menyampaikan bagaimana kita harus bertahan di tengah pandemic, tentunya tanpa terkesan menggurui. “Tidak semua masalah harus selesai hari ini. Tidak semua pertanyaan harus terjawab hari ini.” Gw masih ga habis pikir sih, bagaimana kisah yang sangat singkat tapi mampu memberikan efek mendalam, kisah Saka dan Zara mungkin mewakili keluarga medis di luar sana. Jujur benar-benar membuat gw terenyuh. Gw juga suka dengan alur yang coba digambarkan Ka Ika disini. Penggambarannya sangat baik, tidak membosankan. Hingga pada akhirnya, gw dibuat menangis, gw kaget, gw tidak berekspektasi apa-apa namun twistnya ngena banget,, huhuhu kesel ,, ini nulis pun masih berkaca-kaca. Gw suka sih, bagaimana Ka ika menutup kisah ini, tidak bertele-tele, tidak dibuat-buat tapi memberikan kesan yang begitu mendalam. Ah Ka ika, terima kasih sudah menuliskan kisah yang begitu mewakili di tengah pandemic ini…. Berharap juga ada full novel Saka dan Zara ini, saya penasaran kisah detail awal pertemuan mereka.

  3. 4 out of 5

    Ardina Rahma

    Tidak akan perlu waktu lama untuk menamatkan karya terbaru Ika Natassa yang satu ini. Hanya butuh sekali duduk dengan waktu sekitar setengah jam saja. Ingat novel Susah Sinyal? Hadir dalam bentuk film terlebih dahulu, kemudian hadir dalam bentuk novel. Nah, saya kira Sementara, Selamanya akan seperti Susah Sinyal. Hadir dalam bentuk miniseri, kemudian hadir dalam bentuk novel. Ternyata..tidak. Saya salah mengerti. Sementara, Selamanya hadir dalam bentuk Original Screenplay/the script/naskah yang Tidak akan perlu waktu lama untuk menamatkan karya terbaru Ika Natassa yang satu ini. Hanya butuh sekali duduk dengan waktu sekitar setengah jam saja. Ingat novel Susah Sinyal? Hadir dalam bentuk film terlebih dahulu, kemudian hadir dalam bentuk novel. Nah, saya kira Sementara, Selamanya akan seperti Susah Sinyal. Hadir dalam bentuk miniseri, kemudian hadir dalam bentuk novel. Ternyata..tidak. Saya salah mengerti. Sementara, Selamanya hadir dalam bentuk Original Screenplay/the script/naskah yang berjumlah 96 halaman dengan harga 90 ribu rupiah. Saya beli Sementara, Selamanya saat edisi PO sekaligus memilih paket bundling merchandise masker, lanyard dan totebag. Awalnya, paket bundling yang akan saya pilih dihargai 250 ribu rupiah. Lalu harganya turun menjadi 195 ribu rupiah. Pas paket tiba, jujur agak sedikit kecewa karena overprice dan hahhhh..bukunya hanya dalam bentuk script bukan novel utuh dengan tebal 300-400 halaman. Salah sendiri memang tidak teliti. Salah sendiri mengabaikan tagline Original Screenplay. Ya sudahlah, semoga Ka Ika bisa segera merilis novel baru, novel utuh dengan tebal 300-400 halaman. Sudah itu saja.

  4. 4 out of 5

    Mitafi

    Sementara, Selamanya ...sementara sekarang sudah jadi selamanya. Aku enggak tau lebih baik nonton miniseries-nya dulu baru baca bukunya atau kebalikannya. Aku menonton miniseries-nya dulu karena saat itu bukunya masih PO. Tapi ketika membaca bukunya pun aku masih tetap mendapatkan feel-nya, walaupun aku sudah tau jalan ceritanya. Dari awal bahkan sampai endingnya. Yang bisa aku katakan, dari seseorang yang menonton miniseries baru bukunya adalah ketika membaca bukunya aku selalu terbayang wajah par Sementara, Selamanya ...sementara sekarang sudah jadi selamanya. Aku enggak tau lebih baik nonton miniseries-nya dulu baru baca bukunya atau kebalikannya. Aku menonton miniseries-nya dulu karena saat itu bukunya masih PO. Tapi ketika membaca bukunya pun aku masih tetap mendapatkan feel-nya, walaupun aku sudah tau jalan ceritanya. Dari awal bahkan sampai endingnya. Yang bisa aku katakan, dari seseorang yang menonton miniseries baru bukunya adalah ketika membaca bukunya aku selalu terbayang wajah para artis yang memerankan setiap tokoh. Bayangan sosok Reza Rahardian, suara Laura Basuki, kehadiran Christine Hakim sebagai Ibu dan Ruth Marini sebagai Sri. Itulah yang ada dikepalaku ketika membaca buku ini. Sederhana, karena ini memang screenplay yang isinya tidak sebanyak dan sedetail novel. Tapi setiap dialog yang dituliskan Ika Natassa itu sangat istimewa karena bisa menggambarkan situasi yang dimaksud. Bahkan endingnyapun tetap bikin kejutan entah itu yang di miniseries ataupun dibukunya

  5. 4 out of 5

    nayversation nayversation

    Aku udah nonton miniserinya dan karena sebagus itu akhirnya kuputuskan untuk beli. Baru sadar kalau ini screenplay setelah bukunya kuterima dan aku buka. Kebetulan waktu itu ikut PO dan jujur kecewa karena menurutku overprice. Salahku juga sih karena merasa terlalu percaya dengan buku-buku Kak Ika dan gak cari tau lebih jauh soal original screenplay. Kupikir bukunya akan sama seperti novel pada umumnya. Tapi ternyata dengan merpgoh kocek yang gak sedikit, aku hanya dapat satu buku tipis berjumla Aku udah nonton miniserinya dan karena sebagus itu akhirnya kuputuskan untuk beli. Baru sadar kalau ini screenplay setelah bukunya kuterima dan aku buka. Kebetulan waktu itu ikut PO dan jujur kecewa karena menurutku overprice. Salahku juga sih karena merasa terlalu percaya dengan buku-buku Kak Ika dan gak cari tau lebih jauh soal original screenplay. Kupikir bukunya akan sama seperti novel pada umumnya. Tapi ternyata dengan merpgoh kocek yang gak sedikit, aku hanya dapat satu buku tipis berjumlah 96 halaman berisi script. Untuk cerita, Kak Ika selalu berhasil mendapatkan hati aku. Apalagi aku nonton miniserinya dulu sebelum punya screenplay jadi sudah tergambar jelas. Tapi aku ragu kalau yang belum menonton akan bisa merasakan feel dan enjoy bacanya karena terkesan tiba-tiba selesai. Jadi untuk versi screenplay ini, sorry aku cuma bisa kasih 2.5/5 tapi untuk miniserinya I love it to death.

  6. 5 out of 5

    Lelita P.

    Saya menikmati buku ini. Terkadang baca skenario malah lebih menyenangkan karena nggak terlalu banyak deskripsi narasi, dan bisa belajar juga mengenai seni bagaimana menghidupkan cerita hanya melalui dialog. Sebelum baca ini, saya udah nonton miniserinya sampai tamat, jadi plot twist-nya udah nggak bikin terkejut. Tetap aja sih, membaca ini menghidupkan kembali emosi yang saya rasakan waktu menonton miniserinya. Selama membaca, di kepala saya terbayang saat-saat Saka dan Zara mengucapkan dialog-d Saya menikmati buku ini. Terkadang baca skenario malah lebih menyenangkan karena nggak terlalu banyak deskripsi narasi, dan bisa belajar juga mengenai seni bagaimana menghidupkan cerita hanya melalui dialog. Sebelum baca ini, saya udah nonton miniserinya sampai tamat, jadi plot twist-nya udah nggak bikin terkejut. Tetap aja sih, membaca ini menghidupkan kembali emosi yang saya rasakan waktu menonton miniserinya. Selama membaca, di kepala saya terbayang saat-saat Saka dan Zara mengucapkan dialog-dialog itu di layar, intonasi suara mereka, juga adegan-adegan yang mereka lakukan. Tapi jujur, saya merasa skenario ini lebih dapet feel-nya. Mungkin karena skenario ini intens dan langsung selesai ya, beda sama miniserinya yang dulu keluarnya cuma dua episode setiap minggunya. Jadi ada emosi yang terpotong waktu nonton miniserinya, sesuatu yang tidak dirasakan ketika membaca screenplay ini. Bacaan singkat yang sederhana, menyenangkan, emosional, juga indah.

  7. 4 out of 5

    Inggrid Hidayanti

    Berangkat dari sebuah miniseri, kak Ika membuat buku skrip yang berisi kisah Zara-Saka. Zara-- Dokter yang berada di garda terdepan penanganan pandemi covid-19. Saka-- Suami Zara yang harus menerima keadaan bahwa ia dan istrinya harus terpisah selama pandemi. Kisah yang cuma sebentar tapi sukses membuat aduh-oh-uh-loh di akhir cerita. Bagaimana hubungan daring sepasang suami istri selama pandemi. Suka bagaimana Saka 'membuat' istrinya tetap ada bersama dia, dan bagaimana Zara harus bolak-balik meya Berangkat dari sebuah miniseri, kak Ika membuat buku skrip yang berisi kisah Zara-Saka. Zara-- Dokter yang berada di garda terdepan penanganan pandemi covid-19. Saka-- Suami Zara yang harus menerima keadaan bahwa ia dan istrinya harus terpisah selama pandemi. Kisah yang cuma sebentar tapi sukses membuat aduh-oh-uh-loh di akhir cerita. Bagaimana hubungan daring sepasang suami istri selama pandemi. Suka bagaimana Saka 'membuat' istrinya tetap ada bersama dia, dan bagaimana Zara harus bolak-balik meyakinkan Saka kalau hubungan 'online' mereka baik-baik saja. Tentang bagaimana mencoba berdamai dengan keadaan, kompromi untuk kapan bisa memiliki anak, dan bagaimana jika salah satu kehilangan yang lainnya.

  8. 4 out of 5

    Woro

    Aku baru tahu kalau buku ini merupakan skenario dari mini seri berjudul sama. Adegan video call Zara dan Saka membuat aku senyum-senyum sendiri, ikut merasakan kebahagiaan mereka, bercandaan silly Saka. Aku kaget dengan ending-nya, buat aku menangis sampai dada rasanya sesak karena kehilangan belahan jiwa

  9. 5 out of 5

    widyarini u

    Baru sadar ini screenplay saat buku sudah diterima (saya PO). Untuk cerita, like always, relatable . Untuk buku Ika, mengharapkan emosi tokoh utama tersampaikan, seperti buku2nya yang lain. Untuk ‘sementara untuk selamanya’, kok rasanya kurang. Dan terasa seperti tiba2 selesai. Mungkin memang akan lebih mantap kalau nonton film pendeknya saja.

  10. 4 out of 5

    Arvhi Mega Utami

    Endingnya tidak terduga, seharusnya saya sadar saat baca judulnya.. Mungkin karena ini screenplay book saya juga seharusnya tidak berekspektasi banyak. But overall i still love the idea of this story!

  11. 4 out of 5

    Natasya Olivia

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Full of unexpected yet beautiful. Its never easy to love someone.

  12. 4 out of 5

    Andreas Porwanto

    Too relatable and my heart can’t take the ending. 😭

  13. 5 out of 5

    Lina Maharani

    Krn ini screenplay, jd bacanya cepet kelar sekali duduk. Cerita singkat yang hangat.

  14. 5 out of 5

    Opiezip

    Damn! Sudah kuduga endingnya seperti apa. Tapi tetap saja terkecoh. Kak Ika ini memanglah. Salut Kak!

  15. 5 out of 5

    khai

    Ini ceritanya ringaaan dan sepanjang cerita bikin senyum-senyum karena enggak nyangka humornya itu cerdas tapi mengalir aja dan di akhir cerita malah kayak gitu?? Wow. Keren sih ini buku!

  16. 4 out of 5

    Acipa

    GUYS AKU MAU PRELOVED BUKU INI. YUK DM KE @ITSACIPA (IG/TW). KONDISI MASIH OKE PARAH ADA BONUS.

  17. 5 out of 5

    Elisabeth Beatrice

  18. 5 out of 5

    Saboon

  19. 5 out of 5

    Faridilla

  20. 5 out of 5

    Adelia Putri

  21. 5 out of 5

    Christina

  22. 4 out of 5

    Rizki Rahmadania

  23. 4 out of 5

    Wan Devy Indhira Syahfitri

  24. 5 out of 5

    Yukiro Singa Mangku

  25. 5 out of 5

    Dara Amalia

  26. 5 out of 5

    Yessy Christy

  27. 5 out of 5

    arai

  28. 4 out of 5

    Lala

  29. 4 out of 5

    Evi Yuliantie

  30. 4 out of 5

    Dewi

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...