website statistics My Bittersweet Marriage - PDF Books Online
Hot Best Seller

My Bittersweet Marriage

Availability: Ready to download

Aarhus. Tempat yang asing di telinga Hessa. Tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya untuk mengunjungi tempat itu. Namun, pernikahannya dengan Afnan membawa Hessa untuk hidup di sana. Meninggalkan keluarga, teman-teman, dan pekerjaan yang dicintainya di Indonesia. Seolah pernikahan belum cukup mengubah hidupnya, Hessa juga harus berdamai dengan lingkungan barunya. Tub Aarhus. Tempat yang asing di telinga Hessa. Tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya untuk mengunjungi tempat itu. Namun, pernikahannya dengan Afnan membawa Hessa untuk hidup di sana. Meninggalkan keluarga, teman-teman, dan pekerjaan yang dicintainya di Indonesia. Seolah pernikahan belum cukup mengubah hidupnya, Hessa juga harus berdamai dengan lingkungan barunya. Tubuhnya tidak bisa beradaptasi. Bahkan dia didiagnosis terkena Seasonal Affective Disorder. Keinginannya untuk punya anak terpaksa ditunda. Di tempat baru itu, Hessa benar-benar menggantungkan hidupnya pada Afnan. Afnan yang tampak tidak peduli dengan kondisi Hessa. afnan hanya mau tinggal dan bekerja di Denmark, meneruskan hidupnya yang sempurna di sana. Kata orang, cinta harus berkorban. Tapi, mengapa hanya Hessa yang melakukannya? Apakah semua pengorbanannya sepadan dengan kebahagiaan yang pernah dijanjikan Afnan padanya?


Compare

Aarhus. Tempat yang asing di telinga Hessa. Tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya untuk mengunjungi tempat itu. Namun, pernikahannya dengan Afnan membawa Hessa untuk hidup di sana. Meninggalkan keluarga, teman-teman, dan pekerjaan yang dicintainya di Indonesia. Seolah pernikahan belum cukup mengubah hidupnya, Hessa juga harus berdamai dengan lingkungan barunya. Tub Aarhus. Tempat yang asing di telinga Hessa. Tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya untuk mengunjungi tempat itu. Namun, pernikahannya dengan Afnan membawa Hessa untuk hidup di sana. Meninggalkan keluarga, teman-teman, dan pekerjaan yang dicintainya di Indonesia. Seolah pernikahan belum cukup mengubah hidupnya, Hessa juga harus berdamai dengan lingkungan barunya. Tubuhnya tidak bisa beradaptasi. Bahkan dia didiagnosis terkena Seasonal Affective Disorder. Keinginannya untuk punya anak terpaksa ditunda. Di tempat baru itu, Hessa benar-benar menggantungkan hidupnya pada Afnan. Afnan yang tampak tidak peduli dengan kondisi Hessa. afnan hanya mau tinggal dan bekerja di Denmark, meneruskan hidupnya yang sempurna di sana. Kata orang, cinta harus berkorban. Tapi, mengapa hanya Hessa yang melakukannya? Apakah semua pengorbanannya sepadan dengan kebahagiaan yang pernah dijanjikan Afnan padanya?

30 review for My Bittersweet Marriage

  1. 4 out of 5

    Lelyana's Reviews

    ~ SPOILER ALERT ! READ AT YOUR OWN RISK :) Buku ini saya pinjam, dari Astrid, di kirim Amel, di antar pak pos (lupa kenalan nanya nama, kasian gak bisa di mensyen) :) Mari kita bahas dulu mengenai 'ketertarikan' atau 'keengganan' (?) saya membaca buku ini. Berawal dari diskusi dengan beberapa teman 'sperjuangan' yang 'bukan' secara 'kebetulan' menjadi 'editor' beberapa penerbit besar di Indonesia. Mereka agak 'gerah' membaca betapa akhir2 ini sejak 'menjamurnya', beberapa penulis 'amatiran' di watpa ~ SPOILER ALERT ! READ AT YOUR OWN RISK :) Buku ini saya pinjam, dari Astrid, di kirim Amel, di antar pak pos (lupa kenalan nanya nama, kasian gak bisa di mensyen) :) Mari kita bahas dulu mengenai 'ketertarikan' atau 'keengganan' (?) saya membaca buku ini. Berawal dari diskusi dengan beberapa teman 'sperjuangan' yang 'bukan' secara 'kebetulan' menjadi 'editor' beberapa penerbit besar di Indonesia. Mereka agak 'gerah' membaca betapa akhir2 ini sejak 'menjamurnya', beberapa penulis 'amatiran' di watpadd. Yang pada akhir nya cukup 'percaya diri' (baca : nekat) menerbitkan tulisan mereka dalam bentuk buku dengan dukungan dan 'dorongan' jutaan pembaca mereka. Jutaan? Well, let me pictured this. Jutaan readers di wattpad adalah ; pembaca, hanya klik penasaran dan membaca sedikit lalu muntah2, klik dan meninggalkan setelah itu , atau yang hanya membuka tutup dan buka dan tutup lagi. Itu di hitung. So, my friends, go figure, berapa sebenar nya the real readers of some certain books in wattpad. Shrug. Saya adalah produk pembaca 'jaman dahulu kala' saat hanya beberapa gelintir manusia di Indonesia yang benar2 'bisa menulis', berani menulis. Ambil contoh Arswendo Atmowiloto, Marga T dengan Setangkai Edelweis, Badai Pasti berlalu, Maria A Sardjono, Mira W dll. Bahkan cerita Ali Topan Anak Jalanan yang hanya menggambarkan kehidupan anak kaya manja nakal, bisa menjadi cerita menarik dan fenomenal saat itu. Ingat Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati? Fenomenal ! Kalau para 'penulis muda' ini belum membaca karya2 yang saya sebut di atas. Bacalah. Begitulah cara menulis yang baik dan menjaring pembaca fanatik. Menurut saya ya. Bukan hanya menjual isi kepala yang masih berantakan, atau isi diary yang di pindahkan ke buku tanpa memikirkan keindahan cerita. Atau jika anda ingin referensi cerita modern contemporer, bacalah Dilan dari Pidi Baiq yang menurut saya (lagi), sangat bagus dan sangat saya rekomendasikan. Buat para editor, silakan lihat beberapa foto yang saya share di bawah, betapa 'hasil kerja anda' sungguh masih perlu 'dipertanyakan' sebagai editor. Saran saya, bekerjalah lebih teliti. Oke, cukup mengenai keluh kesah saya. Mari kita bahas mengenai BUKU ini. ~ ULASAN ~ Pertama membuka sampul kiriman buku ini, saya lumayan tercengang melihat gambar sepeda (haha, ya, sepeda). Sepeda yang mirip dengan coloring book saya, Soleil France. Okay, whatever. Buka lagi, 'mana index buku' yang seharus nya ada di setiap buku/paper/ makalah yang di tulis dan di terbitkan? Ini menjadi 'cacat pertama' buku ini di mata tua saya yang jeli ini. Lalu mari kita ke beberapa 'sub-judul' cerita, ini buku dalam bahasa Indonesia, atau Inggris? Jika dalam bahasa Inggris, kenapa hal2 seperti ini bisa terjadi? I mean..seriously? Peran editor disini menurut saya sungguh luar biasa penting. Kemana anda saat 'anda mengedit' sub-judul dan daftar index? Atau, apakah anda perlu belajar lagi bahasa Inggris yang benar? Oh, mengenai typo? Bertebaran bagaikan bunga 'sakura di musim semi di Jepang.' :) Belum lagi inkonsistensi penulisan huruf atau angka dalam penyebutan usia. Saya bukan ahli bahasa, tapi tetap saja sakit rasanya mata saya membaca kadang 27, duapuluh tujuh, balik lagi ke 27 dan seterusnya. Typo yang lain, silakan baca sendiri ya... :) Lanjut.... Secara keseluruhan , menurut saya , buku ini 'dead boring'. Benar2 membosankan . Saya hampir menangis menyesali kebodohan saya memilih untuk membaca buku ini, dan membuang waktu saya yang sangat berharga. Tidak ada kejadian penting yang bisa membuat saya terpaku di sofa nyaman saya di ruang baca, atau yang membuat hati saya berdebar, atau tersenyum2, atau membuat saya menangis. Saya membaca dengan 'afek mendatar', seperti pasien katatonik di RSJ. Karakter Oh, Hessa, the main character was dull boring. Dan selain membosankan, dia juga pemarah, manja dan aneh saja ada manusia usia 27 tahun yang katanya mandiri dan usia bekerja, masih tinggal bersama orang tua dan memiliki kelakuan yang bahkan jika saya bandingkan dengan keponakan saya yang berusia 9 tahun, kira2 mirip2 lah adat nya di rumah dan bagaimana cara dia memperlakukan orang :) Not to mention dia menggunakan banyak sekali 'exclamation mark' (!) dalam hampir setiap kalimat nya. Atau ini, penulis nya yang terlalu semangat membuat kalimat biasa, kalimat penyataan jadi kalimat perintah atau kalimat penekanan? Afnan. Pria satu ini seperti nya memang memiliki keanehan. Di mulai saat dia merasa iri pada teman2nya yang sudah menikah, dan bahagia. Instead of searched for local dating di sana,dia balik kampung, minta mama nya mengenalkan dengan anak teman mama nya, untuk di jadikan istri. Owh...anak mama sekali :) Seriously, kejadiannnya secepat kilat. Hari itu Hessa di 'sarankan' bertemu teman mama, besok teman mama datang, dengan tentunya, Afnan. Tidak ada pembicaraan serius, mereka bahkan tidak saling bicara satu sama lain. Saya lupa, mungkin besoknya ada Afnan yang mengajak Hessa beli koper, dan Hessa setuju menemani. Dua koper, satu buat Hessa. Guess what's happened next? Ya, Hessa seuju berangkat ke Denmark, buat menjadi istri Afnan. That simple. That easy. Hessa ini sepertinya desperate sekali sih. (Can't you hear my eye rolling now?) Menikah dengan orang tak dikenal? Cuma ada di acara TV. Di Islam? Ta'aruf dilakukan secara 'resmi', bukan lewat makan malam keluarga tanpa pembicaraan mengenai perjodohan. Jadi, ini aneh. Hessa IMHO, TSTL. Sampai di Denmark, Afnan yang sangat antusias memiliki istri, sibuk sendiri. Dan istri yang TSTL ini sibuk meratapi kesendiriannya. Hellaaaaw ! Any hobby? Reading? Traveling? Cooking? Whatever? Instead of whining after your busy husband, cobalah refleksi, kenapa kau mau menikah dengan orang asing? Tolol? Yes. Rasanya saya kepingin masuk buku dan ngomel2 kepada si Hessa ini. Tipe perempuan yang 'menye-menye', klemar klemer bikin pingin nampar liat nya, tau kan tipe seperti ini? Perempuan2 yang 'sibuk mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain'? Kalau saya jadi Afnan, sudah saya bungkus, kembalikan ke orang tua nya, pakai paket ! There's 'nothing's really wrong' with Afnan menurut saya. Hessa ini benar2 membuat saya tutup buka tutup buka tutup buku ini berkali2, hampir putus asa, hampir DNF. Okay, pengakuan, saya skimming beberapa scenes yang 'too much telling', tau kan ada penulis yang sibuk menceritakan isi buku, instead of buku itu 'bercerita sendiri'? Bo-f*****g- ring' Final thought : NOT RECOMMENDED. Penulis adalah Blogger di Lelyana's Book Blog. Top 3 reviewer di Goodreads Professional reader di Netgalley Clear and out.

  2. 5 out of 5

    Briliantina Hidayat

    (mau bikin review saja pakai acara file draft ilang segala. jadinya bikin dua kali deh) AKHIRNYA KELAR JUGA BACA BUKU INIIIIIII Biasanya, buku yang kelamaan jadi WIP aku masukin keranjang DNF. Tapi demi menyongsong puasa Ramadan deh, aku usahakan pada kelar. Biar selama puasa berkurang 'ibadah' ngomel2nya. Oke, buku ini bercerita tentang Hessa dan Afnan yang memutuskan menikah tanpa modal cinta, cukup dengan pertimbangan logika. Setelah perkenalan dan pernikahan yang makan waktu singkat, Hessa meni (mau bikin review saja pakai acara file draft ilang segala. jadinya bikin dua kali deh) AKHIRNYA KELAR JUGA BACA BUKU INIIIIIII Biasanya, buku yang kelamaan jadi WIP aku masukin keranjang DNF. Tapi demi menyongsong puasa Ramadan deh, aku usahakan pada kelar. Biar selama puasa berkurang 'ibadah' ngomel2nya. Oke, buku ini bercerita tentang Hessa dan Afnan yang memutuskan menikah tanpa modal cinta, cukup dengan pertimbangan logika. Setelah perkenalan dan pernikahan yang makan waktu singkat, Hessa meninggalkan keluarga yang mencintainya, bakso langganannya, kota kesayangannya, pekerjaannya, mengikuti Afnan ke kota yang cukup asing di belahan bumi bagian utara sana: Aarhus, Denmark. Rasa terasing, iklim yang dingin, kesepian, bahasa yang sulit, aktivitas yng serba domestik, membuahkan depresi bagi Hessa. 1. Ide ceritanya cukup menarik. Aku bisa berempati, membayangkan sulitnya jadi Hessa. Detail kehidupan, sudut-sudut kota, lifestyle, insight lokal Aarhus tampil dengan cukup natural. 2. Tapi aku tidak bisa menemukan sisi lovable dari kedua protagonis. Keduanya tampil egois dan whiny. 3. Dan rasanya kok sulit mbayangin cowok seganteng Afnan, tinggal di Eropa, tidak dilukiskan sebagai pribadi dengan pandangan agama yang religius, bisa belum ngerasain ciuman sampai umur tiga puluh tahun. Oke, dia memang nerd yang fokus banget dengan kerja dan karier. Tapi gaya bahasa dan pergaulannya tidak tampak terkungkung. Trus begitu ciuman langsung jago dan mampu bikin Hessa meleleh (bahasaku, bukan bahasa pengarangnya. Ini impresi yang aku tangkap dari Hessa setelah dia dicium Afnan). Padahal ciuman pertama pasti deh belepotan, berantakan. 4. Bahasanya cukup bisa aku cerna, meski terlalu banyak kalimat-kalimat yang tidak efektif, dengan pengulangan2 kata yng sama di dalam satu kalimat. 5. Tapi kenapa Hessa Hessa Hessa Hessa, Afnan Afnan Afnan Afnan, Hessa Hessa Hessa Hessa, Afnan Afnan Afnan Afnan .... gitu terus? Cobe deh dicek, terlalu sering kalimat-kalimat dalam satu alinea dimulai dengan penyebutan nama yang sama. Susunan kalimatnya jadi terbaca sangat tidak variatif. Membosankan. 6. Buku ini juga terasa gak ada habisnya, bikin capek baca, padahal temanya cukup menarik. Kenapa? Karena terlalu banyak mengulang-ulang deskripsi perasaan tokohnya. Pengarang tampak takut pembaca gak nangkep kegalauan protagonis, jadi diulang2 mulu. Kesannya jadi nyinyir dan curhat. 7. lalu judul bab. Iya sih, Inggrisnya banyak salah. bahkan untuk hal-hal sepele macam 'happyness'. Tapi yang sangat ngganggu buatku adalah pemilihan jenis hurufnya. Aku berkali-kali musti baca ulang hanya karena 'faremell', 'hane', 'manniage', 'gnane' ... yang ternyata harusnya dibaca: farewell, have, marriage, grave ... dan masih banyak lagi. Handwriting fonts memang tampak indah. Tapi unsur keterbacaan kan lebih penting. Apalagi ini buku, bukan karya kaligrafi. Tega banget bikin pembaca jadi ngerasa kena disleksia dadakan :( 8. Oh iya, rada aneh juga pilihan namanya. Tiga bersaudara. Yang pertama kembar: Mikkel dan Afnan, lalu anak ketiga Lily. Kenapa di antara nama Eropa bisa nyempil nama Arab? Jadi gak mecing gitu lho IMO. 9. Nambah dikit, another annoying thing: kenapa tiap manggil nama musti pake tanda seru? "Afnan!" atau "Hessa!" Padahal settingnya duduk di sofa yg sama di flat kecil tengah kota. Berasa seperti nonton adegan panggil2an tukang tandur padi di sawah sebelah rumah. "Pakde! Winihku wis entek! Gawakke saka kono yo!!!!" Akhir kata, ini kesan yng aku tangkap dari baca buku My Bittersweet Marriage. gak akan minta maaf kalo ada yang kurang berkenan. Namanya juga kesan pembaca ya. Jadi berapa bintang? Kayak program KB: Dua cukup ya. Semoga karya berikut bisa lebih bagus dari yang ini.

  3. 4 out of 5

    Ika Vihara

    “Apa kita jadi pergi besok?” Hessa bertanya sambil setengah melamun. Hessa duduk di samping Afnan di mobil, kembali ke rumah Hessa setelah menginap di rumah orangtua Afnan. “Iya.” “Nggak bisa diundur sehari aja?” “Hessa, kita sudah ngomongin ini berkali-kali. Kita akan berangkat hari Sabtu dan nggak akan berubah.” “Aku masih belum puas di sini.” “Mau diundur berapa kali juga kamu nggak akan puas. Aku punya tanggung jawab di sana. Kamu tinggal berangkat aja. Nggak perlu cari tempat tinggal. Nggak perlu “Apa kita jadi pergi besok?” Hessa bertanya sambil setengah melamun. Hessa duduk di samping Afnan di mobil, kembali ke rumah Hessa setelah menginap di rumah orangtua Afnan. “Iya.” “Nggak bisa diundur sehari aja?” “Hessa, kita sudah ngomongin ini berkali-kali. Kita akan berangkat hari Sabtu dan nggak akan berubah.” “Aku masih belum puas di sini.” “Mau diundur berapa kali juga kamu nggak akan puas. Aku punya tanggung jawab di sana. Kamu tinggal berangkat aja. Nggak perlu cari tempat tinggal. Nggak perlu takut kehabisan uang. Ada aku di sana. Apalagi masalahnya?” “Kenapa kamu nggak bisa tinggal di sini? Seperti Mikkel. Lilian bilang….” “Aku nggak bisa. Aku sudah kasih tahu kamu tentang pekerjaanku dan aku nggak mungkin pindah. Kamu mengharapkan aku seperti Mikkel?” Afnan sedikit kesal karena Hessa seperti tidak mau menjalani semua ini. “Nggak, hanya saja….” “Kamu ingin laki-laki yang mau berkorban seperti Mikkel itu yang jadi suami kamu? Aku nggak akan menjalani hidupku seperti Mikkel. Dan jangan pernah membanding-bandingkan aku dengan Mikkel. Aku tahu apa yang baik untukku, untuk kamu, dan untuk keluarga kita. Kalau kamu merasa pernikahan ini nggak seperti yang kamu inginkan, kamu belum terlambat untuk membuat keputusan dan tetap tinggal di sini. Mungkin mencari suami seperti Mikkel.” “Kok kamu ngomong gitu sih, Afnan?” Hessa membuka pintu mobil dengan jengkel, berjalan cepat masuk rumah. “Lalu apa lagi? Kita sudah membicarakan ini sejak aku melamarmu. Aku sudah bilang kalau aku akan hidup di Aarhus dan istriku harus mau. Kamu mau menikah denganku dan aku menyimpulkan kamu mau tinggal denganku di sana.” Afnan berusaha menahan suaranya saat mereka berdua sudah di dalam kamar Hessa. “Itu kan hal yang bisa didiskusikan.” “Nggak. Kamu sudah tahu aku memberi syarat yang sangat jelas dan kamu sudah mau. Pilihanmu hanya ada dua, Hessa. Kamu, terserah, mau tinggal di sini dan aku nggak tahu akan seperti apa pernikahan kita. Atau kamu ikut denganku ke sana dan menjalani pernikahan ini dengan normal. Apa kamu pikir di sana aku akan menelantarkanmu? Nggak akan ada bedanya di sini dan di sana. Caraku memperlakukanmu akan tetap sama. Aku akan tetap menyayangimu seperti biasanya.” “Aku bukan nggak mau ikut. Tapi aku masih ingin di sini, sebentar aja. Dua atau tiga hari.” “Aku sudah nggak punya argumen lagi. Aku tetap berangkat hari Sabtu. Pikirkan dua pilihan itu.” Afnan masuk ke kamar mandi, mencegah mulutnya mengatakan hal-hal yang akan menyakiti Hessa.

  4. 4 out of 5

    Riz

    2 Bintang Beneran nih cuma gua yang baru ngasih rating sama ninggalin jejak ocehan? Duh, jiper :P Gua ngerasa... cerita ini kelewat datar bagi selera gua. Bukunya tergolong tebal, isinya ya datar. Nggak bikin terdorong buat lanjutin baca. Udah segitu aja ocehan dari gua. Lagi bener-bener not in the mood buat ngoceh-ngoceh di GR *curcol yee*

  5. 4 out of 5

    Pattrycia

    This is my reaction right after finishing the book I thought it would never end. Buku ini berkisah tentang Hessa yang memutuskan untuk menikah dengan cowok yang dijodohkan dengannya. Setelah menikah, Hessa pindah ke Aarhus mengikuti Afnan yang tinggal & bekerja disana. Jadi buku ini sebenernya mirip catatan harian Hessa dari sebelum menikah sampai akhirnya mereka hidup happily ever after. TAPI sayangnya, selagi gw ngebaca buku ini serasa lagi ngedengerin Ibu-ibu ngegosip. Ceritanya diulang-ul This is my reaction right after finishing the book I thought it would never end. Buku ini berkisah tentang Hessa yang memutuskan untuk menikah dengan cowok yang dijodohkan dengannya. Setelah menikah, Hessa pindah ke Aarhus mengikuti Afnan yang tinggal & bekerja disana. Jadi buku ini sebenernya mirip catatan harian Hessa dari sebelum menikah sampai akhirnya mereka hidup happily ever after. TAPI sayangnya, selagi gw ngebaca buku ini serasa lagi ngedengerin Ibu-ibu ngegosip. Ceritanya diulang-ulang terus sambil ditambahin bumbu2 biar makin hot. Sejak Hessa pindah ke Aarhus, ga lama dia langsung terkena SAD (Seasonal Affective Disorder). OK, I get it. Tapi ya ga perlu juga kali diulang-ulang sepanjang cerita. Cape gw dengernya. Menurut gw cara nulisnya terlalu bertele-tele, mana panjang banget lagi bukunya hampir 400 halaman *lap keringet* Kalo dibandingin sama buku2 yang diambil dari wattpad, tulisan ini bisa dibilang lebih rapi (I've had my fair shares of badly edited books). Typo & grammatical mistakes masi ada sih, cuma ga sampe bikin mata juling. Sayangnya ga ada karakter disini yang gw suka. Afnan itu digambarkan sebagai professor muda yang cool & ganteng, tapi kok gw ga ngefans ya? Sa ae tuh. Malah gw rada ilfeel pas pertama kali Hessa sakit terus doi malah pergi semalaman ga pulang. Ya kale mas.. Don't even get me started on Hessa. Chemistry di antara Hessa & Afnan kurang dapet, gw bingung, mereka kok ga ketauan jatuhnya tau2 udah saling cinta-cintaan aja. Buat Hessa & Afnan, maaf, gw cuma bisa kasih 2 stars.

  6. 5 out of 5

    Fahri Rasihan

    Cerita tentang pasangan muda yang menjalani rumahtangga memang cukup menarik untuk disimak. Bagaimana perjuangan di awal-awal pernikahan mereka yang biasanya masih manis, tapi juga berat di saat bersamaan. Apalagi jika pasangan tersebut harus tinggal di luar negeri. Dan My Bittersweet Mariage ini memperlihatkan fenomena tersebut dalam ceritanya. Di mana tidak mudah untuk menjalankan sebuah rumahtangga yang jauh dari Indonesia. Saya sendiri suka dengan ide ceritanya yang tergolong cukup berbeda. Cerita tentang pasangan muda yang menjalani rumahtangga memang cukup menarik untuk disimak. Bagaimana perjuangan di awal-awal pernikahan mereka yang biasanya masih manis, tapi juga berat di saat bersamaan. Apalagi jika pasangan tersebut harus tinggal di luar negeri. Dan My Bittersweet Mariage ini memperlihatkan fenomena tersebut dalam ceritanya. Di mana tidak mudah untuk menjalankan sebuah rumahtangga yang jauh dari Indonesia. Saya sendiri suka dengan ide ceritanya yang tergolong cukup berbeda. Untuk sampul bukunya sendiri terlihat manis dan menggemaskan. Gambar sebuah sepeda dengan keranjang bunga di depannya cukup mewakilkan isi ceritanya. Di mana sepeda merupakan alat transportasi yang umum di Aarhus, Denmark. Latar warna pada sampulnya juga tergolong manis dengan warna hijau tosca yang cerah. Warna dan gambar pada sampul menyatu membentuk sebuah harmoni yang enak dipandang mata. Tema cerita dalam novel ini adalah tentang pasangan muda yang harus menjalani rumahtangga mereka di kota Aarhus, Denmark. Kita akan melihat bagaimana Hessa dan Afnan harus membiasakan diri dengan kehidupan baru mereka, khususnya Hessa. Terdapat kisah manis dan pahit dalam pernikahan Hessa dan Afnan. Terkadang mereka bisa sangat romantis dengan keberadaan satu sama lain, tapi terkadang juga mereka bisa bertengkar akibat kesalahpahaman yang terjadi. Hessa yang sudah terbiasa hidup di Indonesia harus menyesuaikan diri di kota Aarhus, Denmark. Cuaca yang dingin dengan sinar matahari yang minim, bahasa yang sulit dimengerti, hingga budaya dan makanan yang masih asing menjadi tantangan tersendiri bagi Hessa. Selain itu Hessa juga harus mengalami SAD akibat cuaca yang mungkin cukup ekstrim baginya. Selain menceritakan naik-turunnya pernikahan Hessa dan Afnan, penulis juga berhasil mendeskripsikan kota Aarhus, Denmark dengan baik. Tidak hanya deskripsi tempatnya saja yang dibahas, tapi makanan, kebudayaan, dan kebiasaan-kebiasaan orang Denmark pun dikupas oleh penulis. Di sini terlihat jika penulis memang melakukan riset yang serius untuk novel ini. Ada dua tokoh utama dalam novel ini, yaitu Hessa dan Afnan. Tokoh Hessa memiliki karakter yang mungkin sedikit manja, tapi sangat menghormati suaminya, Afnan. Hessa selalu berusaha untuk melayani Afnan dengan baik. Mulai dari kerelaannya untuk ikut pindah ke Denmark, membersihkan flat yang mereka tinggali, menyiapkan keperluan dan makanan untuk Afnan, hingga pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari. Semua itu dilakukan Hessa dengan pengorbanan dan usaha yang tinggi, mengingat homesick dan penyakit SAD yang diderita olehnya. Kemudian ada tokoh Afnan yang merupakan seorang profesor mikrobiologi di salah satu kampus dan rumah sakit di kota Aarhus, Denmark. Afnan memiliki sifat yang mungkin sedikit aneh. Dia terkadang bisa sangat diam, tapi juga blak-blakan di saat yang bersamaan. Afnan juga merupakan sosok pekerja keras, mandiri, dan ambisius. Ini terlihat dari kerja kerasnya untuk mendapatkan jabatan yang tinggi dalam pekerjaannya. Chemistry kedua tokoh ini terjalin dan terhubung dengan baik. Sebagai pembaca saya bisa ikut merasakan kehangatan, kegetiran, hingga kesedihan yang dirasakan oleh pasangan ini. Penulis juga terbilang cerdas dengan hanya memfokuskan permasalahan pada dua tokoh ini saja. Sehingga pembaca tidak akan dibuat kesulitan untuk masuk ke dalam karakter kedua tokoh tersebut. Gaya bahasa yang dipakai oleh penulis sebenarnya cukup sederhana. Hanya saja entah kenapa saya sedikit merasa jika penulis seperti jalan di tempat saat menceritakan kisah Afnan dan Hessa. Di mana alurnya tergolong lambat karena penulis seperti berputar-putar dalam permasalahan yang sama, yaitu keresahan Hessa saat tinggal di Denmark. Sehingga banyak beberapa bagian yang terkesan diulang-ulang. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga lewat tokoh Hessa dan Afnan. Dua sudut pandang tokoh ini cukup tersampaikan dengan baik. Salah satu hal yang membuat novel ini spesial adalah latar tempatnya, yaitu kota Aarhus di Denmark. Penulis dengan cukup detail menjelaskan beberapa sudut kota Aarhus dengan baik. Selain itu kebudayaan dan kebiasaan orang Denmark pun ikut dijelaskan dengan baik. Sehingga atmosfer kota Aarhus bisa saya bayangkan dan rasakan. Konflik yang terjadi dalam kehidupan rumahtangga Hessa dan Afnan adalah bagaiman Hessa harus beradaptasi dengan lingkungan barunya di Denmark. Perasaan homesick dan kejutan budaya yang dialami oleh Hessa menimbulkan konflik dalam rumahtangganya. Hessa pun sampai terkena penyakit SAD yang semakin menambah permasalahan dalam hubungannya dengan Afnan. Konfliknya berfokus pada satu permasalahan sehingga terlihat relate dengan kehidupan nyata. Selain itu penyampaian konfliknya juga tergolong ringan dan tidak berbelit-belit. Penambahan konflik-konflik lainnya di akhir cerita juga tidak terlalu maksa dan masih bisa diterima. Meskipun konfliknya terlihat berlarut-larut, tapi saya suka dengan perkembangan yang ditunjukkan Hessa akibat dari konflik tersebut. Penulis berhasil memberikan konflik yang tergolong baru untuk saya. Apalagi ada penyakit SAD yang dibahas semakin menambah ilmu baru bagi pembaca, khususnya saya. My Bittersweet Mariage merupakan sebuah novel yang cukup berhasil memperlihatkan dilema pasangan suami-istri yang tinggal di luar negeri. Penulis sukses menunjukkan perasaan Hessa yang mengalami homesick dan kejutan budaya dengan baik. Selain itu penggambaran kota Aarhus di Denmark juga tergolong mendetail dan lengkap. Di mana setiap sudut kota diperlihatkan dengan ringkas dan jelas. Kebudayaan dan kebiasaan orang Denmark yang dibahas juga semakin menambah nuansa kota di Eropa itu. Permasalahan yang dibahas juga terfokus dan tidak melebar ke mana-mana. Sehingga tidak terkesan memaksa. Namun, ada satu hal yang menurut saya terlalu mengganggu, yaitu penulis seperti terlalu mendetail dalam memperlihatkan perasaan Hessa. Sehingga terkesan berputar-putar dan jalan di tempat. Padahal sebenarnya beberapa bagian cerita mungkin masih bisa dipotong dan lebih di ringkas. Secara keseluruhan My Bittersweet Mariage merupakan sebuah karya perdana yang menunjukkan manis dan pahitnya sebuah rumahtangga yang harus dibangun di luar negeri. Sebuah cerita yang cukup segar dan baru bagi lini Le Mariage.

  7. 4 out of 5

    Rizky

    Pernah membayangkan jika kamu dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang belum kamu kenal bahkan belum kamu cintai? Tanyakan pada Hessa, bagaimana rasanya... Hessa memiliki wajah yang cantik, penampilan yang menarik, sayangnya untuk urusan percintaan Hessa harus gigit jari. Kekasih yang lama dipacarinya ternyata tidak berniat serius dengannya. Di usianya yang sudah matang dan pantas untuk menikah, belum ada satu pun calon suami potensial yang hadir. Hingga akhirnya orangtua Hessa pun turun tang Pernah membayangkan jika kamu dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang belum kamu kenal bahkan belum kamu cintai? Tanyakan pada Hessa, bagaimana rasanya... Hessa memiliki wajah yang cantik, penampilan yang menarik, sayangnya untuk urusan percintaan Hessa harus gigit jari. Kekasih yang lama dipacarinya ternyata tidak berniat serius dengannya. Di usianya yang sudah matang dan pantas untuk menikah, belum ada satu pun calon suami potensial yang hadir. Hingga akhirnya orangtua Hessa pun turun tangan. Mama Hessa pun mencoba mengenalkan Hessa dengan anak sahabatnya sejak kecil. Mama Hessa yakin Afnan calon suami yang cocok untuk Hessa. Awalnya Hessa agak curiga dengan Afnan, karena Afnan memiliki segalanya yang diinginkan oleh wanita, karir yang mapan dan wajah yang tampan. Namun, kecurigaan itu akhirnya luntur, karena Afnan ternyata pria baik-baik dan memang terlalu sibuk dengan karirnya sehingga tidak sempat untuk menjalin hubungan dengan wanita mana pun. Hanya dalam 2x pertemuan saja, Afnan langsung melamar Hessa menjadi istrinya. Hessa tentunya kaget, apalagi mereka belum saling mengenal. Afnan tidak ada waktu lagi untuk menjalani hubungan layaknya pacaran, seperti pedekate, jadian kemudian menikah. Afnan menginginkan istri, bukan hanya kekasih. Namun, Afnan tak memaksa Hessa untuk langsung menerima lamarannya, Afnan siap menanti apapun jawabannya. Hessa tentunya bingung sekali, bagaimana pun juga Afnan tetaplah pria asing untuknya. Hessa pun harus menerima bahwa dia hanya bisa berkomunikasi jarak jauh via video call maupun media lainnya, karena jarak Aarhus dan Indonesia begitu jauh membentang. Komunikasi yang terjalin beberapa bulan dan restu orangtua Hessa, membuat Hessa pun mantap menerima Afnan. Afnan dan Hessa pun akhirnya menikah. Karena Afnan bekerja di Aarhus, Denmark akhirnya diputuskan bahwa Hessa akan mengikuti Afnan untuk tinggal disana. Dimulailah kehidupan baru mereka sebagai pengantin baru. Tidak mudah saling menyesuaikan diri. Hessa tidak hanya harus menyesuaikan diri sebagai istri Afnan saja, tetapi juga lingkungan barunya, Aarhus. Hessa masih saja sering merasakan kerinduan yang mendalam terhadap Indonesia, bahkan Hessa seakan tidak bisa menyukai kehidupan barunya di Aarhus. Apalagi Afnan sibuk dengan pekerjaannya dan susah untuk menghabiskan waktu bersama Hessa. Hessa ternyata sulit untuk beradaptasi, puncaknya Hessa didiagnosis menderita Seasonal Affective Disorder, karena kurangnya paparan sinar matahari. Hessa depresi dan tertekan dengan lingkungan barunya dan malah makin merindukan kehidupan lamanya di Indonesia. Hessa pun harus mendapatkan terapi dan minum sejumlah obat anti-depresan. Keinginan untuk memiliki anak pun harus ditunda. Kurangnya komunikasi membuat Hessa dan Afnan sering bertengkar, pertengkaran kecil demi pertengkaran kecil. Apalagi Afnan sama sekali tidak mengizinkan Hessa untuk pulang ke Indonesia tanpa Afnan. Bagaimana nasib pernikahan Afnan dan Hessa? Sanggupkah cinta membuat mereka saling bertahan? "Life is not about happily ever after. It's about finding happiness event in the darkest of times." Ini adalah karya debut Ika Vihara. Kali ini melalui debutnya, Mba Ika mencoba mengangkat kisah pasangan yang menikah karena perjodohan dan pasangan beda bangsa. Disinilah kamu akan diajak berkenalan dengan sosok Hessa dan Afnan. Perkenalan mereka yang cukup singkat, kemudian akhirnya memutuskan untuk menikah dan memulai hidup baru di tempat yang baru tentunya tidak mudah. Banyak sekali penyesuaian yang harus dilakukan. Tidak hanya terhadap pasangan satu sama lain, juga lingkungan barunya. Hessa yang baru pertama kali jauh dari orang tuanya dan hanya bisa menggantungkan diri terhadap suaminya, Afnan. Dulu, di Indonesia Hessa punya keluarga, sahabat dan pekerjaan yang menyenangkan. Sedangkan setelah menikah, Hessa pun berubah status menjadi istri dan ibu rumah tangga. Mba Ika secara perlahan dan cukup mendetail mengisahkan kepada pembaca bagaimana Hessa dan Afnan bertemu hingga kehidupan baru mereka sebagai pasangan suami istri. Setting Aarhus pun cukup detail dijelaskan, benar-benar mendukung cerita ini, tidak sekedar tempelan belaka, aku seakan diajak berkeliling bersama Hessa. Jujur, aku sama sekali tidak pernah mendengar tentang Aarhus, melalui novel ini aku jadi mengetahui banyak info baru tentang kota yang ternyata indah ini. Novel ini pun memotret kehidupan pernikahan dengan cukup baik. Pasangan yang sudah saling mengenal lama saja, pada awalnya akan terasa sekali perbedaan dan butuh penyesuaian apalagi buat Hessa dan Afnan yang semula memang hanyalah asing satu sama lain. Sebuah pernikahan itu perlu kerjasama kedua pihak, toleransi, kompromi dan komunikasi. Novel ini memang mengangkat tema yang mainstream, tapi salut buat Mba Ika. Walau aku sejak awal sudah bisa menebak akan dibawa kemana kisah ini, aku tetap saja penasaran dan terus membaca hingga akhir. Baik Hessa dan Afnan sama-sama hidup dan karakter yang dibangun membuatku seakan lebih dekat dengan keduanya. Ah, Afnan ini mungkin bukanlah pria romantis yang suka memberi bunga atau menghadiahkanmu kejutan-kejutan, tapi Afnan mencintai dengan caranya sendiri. Karakter Afnan yang agak "nerd" dengan obsesinya terhadap Gundam ini malah menjadikan Afnan sebagai sosok yang menarik. Begitu juga dengan karakter pendukung lainnya, membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca. Kayaknya Mba Ika bisa mengembangkan kisah lainnya ney, mungkin kisah Lily atau Mikkel, saudara Afnan :) Overall, buat kamu pecinta kisah pernikahan beda budaya dan bangsa, atau kisah perjodohan, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Semoga jatuh cinta dengan kisah Hessa-Afnan.

  8. 5 out of 5

    Autmn Reader

    Huft. Selesai juga aku baca ini. Baca di Gramedia Digital, ngomong-ngomong. Awalnya 3,5 tapi kupikir 3 ajalah. Bukunya so so. Gak bagus dan gak jelek. Pros 1. Wah, tokoh-tokohnya. Ahaha. Aku suka sama characters' flaw nya, sih. Gimana keputusan-keputusan mereka itu bikin emosi tapi di saat bersamaan itu ya wajar kayak gitu. Contohnya waktu Afnan marah karena Hessa pergi gak bawa ponsel. Kesel sih Afnan galak bener tapi ya bisa dimengerti kenapa dia bersikap kayak gitu. 2. Penjelasan SAD nya sih a Huft. Selesai juga aku baca ini. Baca di Gramedia Digital, ngomong-ngomong. Awalnya 3,5 tapi kupikir 3 ajalah. Bukunya so so. Gak bagus dan gak jelek. Pros 1. Wah, tokoh-tokohnya. Ahaha. Aku suka sama characters' flaw nya, sih. Gimana keputusan-keputusan mereka itu bikin emosi tapi di saat bersamaan itu ya wajar kayak gitu. Contohnya waktu Afnan marah karena Hessa pergi gak bawa ponsel. Kesel sih Afnan galak bener tapi ya bisa dimengerti kenapa dia bersikap kayak gitu. 2. Penjelasan SAD nya sih aku suka, nambah wawasan banget dan aku suka sama unsur budaya yang ditulis di sini. Beberapa hal yang baru kutahu soal Danish, walopun aku gak tahu apa ini cuman stereotype atau bukan. Tapi kalau gak salah kakak penulisnya emang punya temen orang sana. Contohnya Danish itu gak ngenalin temen baru, atau tahun baru yang diawali ama pidato ratu, atau gimana hidup di sana sebagai warga negara sana kayaknya sejahtera banget, ahaha. 3. Di beberapa scene ada yang bikin naik turunin emosi. Ada juga yang bikin sedih. Cons: 1. Duh, kekonsistenan karakternya euy. Afnan ini kadang baik banget, tapi kadang galak banget. terus Hessa-nya juga annoying sekali. Di sini gak ada karakter yang lovable. 2. Terus tiap manggil entah kenapa pake tanda seru terus. "Afnan!", "Hessa!". Selain manggil nama juga ada yang pake tanda seru padahal itu bukan momen kata seru sih menurutku. 3. Berhubungan ama ketidakkonsistenan, beberapa ada yang muncul tiba-tiba dan beda dari sebelumnya. Contohnya pas di awal, buku-buku yang dikoleksi itu rajutan, terus tiba-tiba di tengah-tengah dibilang Hessa ini suka sepatu. Lah? Kok tiba-tiba jadi suka sepatu. Penjelasannya berasa out of nowhere gitu. Ada juga adegan yang serasa tiba-tiba dan feelnya gak dapet. Same, out of nowhere gitu. 4. Buk, penjelasannya panjang bener. Ini yang bener-bener bikin turn off aku sama bukunya. Telling bangeet. Penjelasan yang diulang-ulang juga. Terus ada yang jelasin sifat Afnan atau Hessa begini begitu tapi gak ada juga ditunjukkan sifat mereka begitu. Yah, over all aku enjoy bacanya, kok. Mungkin aku mau nyoba ceritanya Lily?

  9. 4 out of 5

    Nola Andriyani

    🌟3,8 Sukaa sukaa sukaaa... Ini tentang Hessa dan Afnan yang menikah karena perjodohan. Dan Hessa terpaksa ikut ke Aarhus dan hidup di Denmark bersama Afnan. Perbedaan suasana, kondisi, dan budaya mengakibatkan Hessa mengidap Seasonal Affective Disorder. Aku suka gimana cara penulis menggambarkan suasana Aarhus secara mendetail. Aku suka cara penulis merunutkan awal konflik dimulai sampe akhir. Aku suka gimana penulis menyelesaikan konflik antara Afnan dan Hessa secara dewasa. Aku juga suka chemist 🌟3,8 Sukaa sukaa sukaaa... Ini tentang Hessa dan Afnan yang menikah karena perjodohan. Dan Hessa terpaksa ikut ke Aarhus dan hidup di Denmark bersama Afnan. Perbedaan suasana, kondisi, dan budaya mengakibatkan Hessa mengidap Seasonal Affective Disorder. Aku suka gimana cara penulis menggambarkan suasana Aarhus secara mendetail. Aku suka cara penulis merunutkan awal konflik dimulai sampe akhir. Aku suka gimana penulis menyelesaikan konflik antara Afnan dan Hessa secara dewasa. Aku juga suka chemistry antara keduanya. Yang aku nggak suka banyak sekali pengulangan-pengulangan informasi, seperti penyakit Hessa. Menurutku nggak penting aja sih. Dan aku nggak suka bagaimana Afnan yang terlalu ambisius. Tapiii, terlepas dari sikapnya itu aku masih suka Afnan kok. Husband material😍

  10. 5 out of 5

    nadinosaurus

    Sepertinya buku ini bukan selera saya, lumayan tebal dengan cerita yang ringan banget dan kurang greget. Segala tentang Aarhus dan SAD-lah yang bikin saya betah baca...

  11. 4 out of 5

    Maria Roza

    oke, ini buku yang katanya fenomenal karena ada di wattpad dan fans-nya banyak sehingga banyak sekali yg beli, pertama, saya kecewa, penulis menjanjikan ttd, namun ternyata bukan di buku tapi di sketch yg ada, gapapa, kedua, saya baca dan masih ada kesalahan teknis, saya menemukan ada 9 typo, yah gapapa, manusia juga bisa salah, untuk jalan cerita, saya agak kurang sreg dengan karakter utama perempuannya, Hessa, yang saya anggap terlalu sinis menghadapi pernikahan dan hidup, yah, tidak semenggeb oke, ini buku yang katanya fenomenal karena ada di wattpad dan fans-nya banyak sehingga banyak sekali yg beli, pertama, saya kecewa, penulis menjanjikan ttd, namun ternyata bukan di buku tapi di sketch yg ada, gapapa, kedua, saya baca dan masih ada kesalahan teknis, saya menemukan ada 9 typo, yah gapapa, manusia juga bisa salah, untuk jalan cerita, saya agak kurang sreg dengan karakter utama perempuannya, Hessa, yang saya anggap terlalu sinis menghadapi pernikahan dan hidup, yah, tidak semenggebu2 buku yang pernah saya baca, saya kira sebagus apa, ada lagi, rasanya terlalu banyak menggunakan tulisan Danish, dan tidak menjelaskan atau memberi sedikit keterangan, hanya beberapa aja yg dikasih keterangan, masalah teknis lagi, satu halaman kesannya full sekali bagi saya, biasanya margin untuk novel juga nggak sekecil itu, itu terlalu mepet dengan nomor halaman, alur cerita, biasa saja, bikin baper iya, tapi selanjutnya datar, kebanyakan isisnya tentang Hessa yang belum bisa adaptasi dengan tempat baru, lingkungan baru, udah gitu aja kali yak.

  12. 5 out of 5

    Pauline Destinugrainy

    Kalau bukan karena ada tambahan informasi soal kelainan SAD itu, saya mungkin hanya ngasih 1 bintang saja. Novel ini banyak banget plot hole-nya. Sudah gitu karakter tokohnya terutama si cowok ga konsisten. Kadang baik banget, trus galak banget. Udah tahu istrinya mengidap kelainan, masih aja dimarah-marahin. Saya aja yang baca interaksi mereka capek, gimana yang ngejalaninnya ya. Udahlah 1,5 star aja

  13. 4 out of 5

    Indri Octa Safitry

    "Cinta itu bisa muncul dan hilang, atau kalau nggak, ya naik turun." (hal. 273) Menikah tanpa dilandasi cinta itu memang kayak lagi mempertaruhkan hidup. Inilah Hessa dan Afnan. Mereka belajar memulai kehidupan dengan sebuah komitmen. Yang saling cinta saja kalau banyak cobaan bertengkar terus. Nah, gimana cara mereka menyikapi saat cobaan datang bertubi-tubi? Ini buku pertama ka Ika, tapi justru aku bacanya baru ini 😂 untuk kategori debut pertama ini sungguh bagus. Bukan peres yah Bagus dari segi i "Cinta itu bisa muncul dan hilang, atau kalau nggak, ya naik turun." (hal. 273) Menikah tanpa dilandasi cinta itu memang kayak lagi mempertaruhkan hidup. Inilah Hessa dan Afnan. Mereka belajar memulai kehidupan dengan sebuah komitmen. Yang saling cinta saja kalau banyak cobaan bertengkar terus. Nah, gimana cara mereka menyikapi saat cobaan datang bertubi-tubi? Ini buku pertama ka Ika, tapi justru aku bacanya baru ini 😂 untuk kategori debut pertama ini sungguh bagus. Bukan peres yah Bagus dari segi ide cerita yang menurutku kompleks abis. Baluta romance yang realistis abis. Nggak melulu manis. Bahkan, menyesakkan disaat Hessa dan Afnan harus memperjuangkan rumah tangga mereka Aku suka Afnan, karakternya kuat banget. Bukan karena pesonanya aja, tapi ambisi dan tanggung jawabnya. Hessa yang keras kepala, tapi perlahan jadi dewasa, juga tokoh lainnya yang mendukung sebagai penghibur seperti Lily, Mikkel dll Latar tempat Aarhus bikin aku diajak jalan-jalan dan sedikitnya tau adat dan budaya Aarhus. Bahkan aku baru denger nama kota Aarhus wkwk Ini aku bukunya edisi pertama banget, cover pertama yang manis dan juga layoutnya nggak kalah manis. Walau, masih ada sedikit typo tapi masih nyaman dibaca. Gaya bahasa dan penyampaiannya juga cukup ringan. Di kemas secara rapih sampai aku sendiri hanyut dalam cerita. Padahal bukunya cukup tebal, tapi ku merasa kurang yak, Ka 😂 Di awal emang gemas sih sama sikap Afnan dan Hessa. Agak terlalu belibet. Tapi, itu proses dalam rumah tangga kan yah. Nggak simple 😁 Overall, suka dan jatuh cinta sama buku ini. Banyak hikmah yang bisa diambil. Btw, ini untuk usia 21 yah. Sukses terus ka ika 💕

  14. 5 out of 5

    Yonea Bakla

    Aarhus? Di mana tuh? Buku ini mengambil setting yg jarang dieksplor; Aarhus- kota terbesar kedua setelah Kopenhagen, Denmark. Dengan premis menarik; perjodohan, pindah domisili karena ikut suami, adaptasi hingga mengalami depresi musiman pada musim dingin. Karena ini buku perdana yang terbit di penerbit mayor, jelas belum sebagus yg terbaru. Ada banyak salah ketik dan informasi yang diulang-ulang. 4 buku lainnya aku baca dalam 2-3 hari saja, Bahkan WLINE kelar dalam 1 hari. Aku butuh waktu lama untuk Aarhus? Di mana tuh? Buku ini mengambil setting yg jarang dieksplor; Aarhus- kota terbesar kedua setelah Kopenhagen, Denmark. Dengan premis menarik; perjodohan, pindah domisili karena ikut suami, adaptasi hingga mengalami depresi musiman pada musim dingin. Karena ini buku perdana yang terbit di penerbit mayor, jelas belum sebagus yg terbaru. Ada banyak salah ketik dan informasi yang diulang-ulang. 4 buku lainnya aku baca dalam 2-3 hari saja, Bahkan WLINE kelar dalam 1 hari. Aku butuh waktu lama untuk membaca MBM ini karena banyak sekali info baru dan kurang sistematis. Karakter Afnan dan Hessa kurang bisa menarik simpati, seperti tokoh-tokoh lain. Least favorite so far.

  15. 4 out of 5

    Almahira Putri

    And the first time saya me review this book mohon dimaklumi kalau review nya kacau balau. Kisah klasik tanda kutip perjodohan tapi ngga melulu soal percintaan kak ika disini menyajikan kota aarhus yang di jadikan tempat tinggal lead male (afnan) dan lead female (hessa) sebagai pendatang aarhus merupakan kota yang amat sangat asing bagi hessa mereka diuji dengan kondisi yang serba dipenuhi kesabaran, afnan yang berpikiran terbuka karena lama tinggal di eropa tapi afnan sayang sama hessa . Kalimat p And the first time saya me review this book mohon dimaklumi kalau review nya kacau balau. Kisah klasik tanda kutip perjodohan tapi ngga melulu soal percintaan kak ika disini menyajikan kota aarhus yang di jadikan tempat tinggal lead male (afnan) dan lead female (hessa) sebagai pendatang aarhus merupakan kota yang amat sangat asing bagi hessa mereka diuji dengan kondisi yang serba dipenuhi kesabaran, afnan yang berpikiran terbuka karena lama tinggal di eropa tapi afnan sayang sama hessa . Kalimat penyemangat dari afnan "kita punya mimpi yang sama" sweet Membayangkan saya tinggal disana pun rasa rasa imposible .. Sekian

  16. 4 out of 5

    Kiki Watson

    SELESAI!! gue suka banget cara Ika Vihara menggambarkan kota Aarhus. dari deskripsi dan detail2 yang ditulis dengan cantikk bener2 bikin gue bisa merasakan betapa indahnya kota Aarhus tanpa harus ngeliat langsung. gue jadi pengen bgt tinggal di Aarhus 😭😭 Oke, gue sukaa banget sama sikap Afnan yang bisa tegas sama Hessa. Afnan juga gentle parah. walaupun dia masih sulit bilang maaf, tapi dia mau untuk mulai ngomong dlu dan ngelurusin kesalahpahaman yang bikin mereka cekcok. Paling lucu waktu Hessa SELESAI!! gue suka banget cara Ika Vihara menggambarkan kota Aarhus. dari deskripsi dan detail2 yang ditulis dengan cantikk bener2 bikin gue bisa merasakan betapa indahnya kota Aarhus tanpa harus ngeliat langsung. gue jadi pengen bgt tinggal di Aarhus 😭😭 Oke, gue sukaa banget sama sikap Afnan yang bisa tegas sama Hessa. Afnan juga gentle parah. walaupun dia masih sulit bilang maaf, tapi dia mau untuk mulai ngomong dlu dan ngelurusin kesalahpahaman yang bikin mereka cekcok. Paling lucu waktu Hessa gak sengaja ngerusakin gundam nya Afnan. Pasti Afnan marah banget dan kesel banget sih. tapi karena dia jauhh lebih sayang sama Hessa, Afnan akhirnya bisa terima dan gak marah lagi. Hessa, di awal2 gue pikir karakter Hessa ini tuh yg strong, tough, galak, keras kepala gitu loh. ternyata nggak. Hessa ternyata malah anak manja yg gabisa jauh dari rumah walaupun dia akhirnya terbiasa juga. terus2an minta pulang ke Indonesia, padahal Afnan udah berkali2 ngasih pengertian ke dia, itu bener2 bikin gue kesel bgt sama Hessa. kayak gak bersyukur, dimana lgi cobaa dia bisa nemuu kehidupan nyaman dpt suami syg, ganteng, mapan, pinter dan bertanggung jawab kayak Afnan?! tapi, walaupun karakter Hessa agak ngeselin karena dia beneran nyusahin Afnan, gue bisa paham sih betapa susahnya ngelawan struggle rasa gak nyaman. Jadi, yaudahh deh gue gak sebel2 amat sm Hessa. Untuk konflik sendiri, My Bittersweet Marriage ini tergolong gak terlalu rumit yaaa. masalah Afnan-Hessa tuh banyak sebenernya, cuma karena Afnan selalu bisa mengatasinya dengan tenang, bikin semuanya terasa jadi jauh lebih mudah. alurnya juga terasa cepet banget. Afnan juga selalu bisa membalikkan keadaan dan bikin Hessa berubah pikiran. Jadi, ya so so lah yaa gak yang naik turun bikin gregetan gitu. Tapi untuk kisah cinta mereka sendiri, persis kayak judulnya My Bittersweet Marriage bener2 definisi bittersweet sih. gue sukaa banget chemistry Afnan-Hessa. mereka gemes bgt woy! walaupun dijodohin, vibes mereka tuh malah kayak pasangan yg udh lama pacaran trs cinta bgt sampe gabisa lepas satu sama lain. humor2 mereka jg terasa menyenangkan banget. sangat teramat jarang jaman sekarang mana dijodohin, dapet yg mapan, ganteng, pinter, tanggung jawab, dan cinta banget bisa di dapatkan kayak yang dialamin Hessa? yess, cuma ada di dongeng wkwkwkk. cuma satu yg gue sesali dan cukup menyayangkan, kenapa cara penulisan dan tanda bacanya tuh banyak yg kurang tepat? bikin gue yg baca sedikit merasa terganggu karena jadi cukup bingung membayangkan penyampaian nada bicara mereka karena terlalu banyak tanda seru “!” yg menurut gue seharusnya itu gak perlu ada di beberapa kata. tapi selebihnya aman2 aja sih. seperti biasa Ika Vihara selalu bisa bikin org2 yg bacanya ngerasa nyaman. so, i rated 3 ⭐️ for My Bittersweet Marriage dan keindahan kota Aarhus 🤍

  17. 5 out of 5

    Aryanti Dwiastuti

    Buku yang mengisahkan perjalanan kehidupan awal pernikahan Afnan dan Hessa. Bagaimana mereka berjodoh, menyambung tali perjodohan itu, dan menjalani pernikahan dengan tanpa pacaran, rasa cinta yang mereka dapatkan hanya dalam tiga kali pertemuan. Pertemuan mereka pun bisa dibilang pertemuan yang hanya sekedar berkenalan Hai, How are you? belaka- sedikit kurang masuk akal tapi ya sudahlah. Cerita mereka membawa pembaca pada keadaan yang "menurutku" hampir mendekati kehidupan realistis. Jujur saja Buku yang mengisahkan perjalanan kehidupan awal pernikahan Afnan dan Hessa. Bagaimana mereka berjodoh, menyambung tali perjodohan itu, dan menjalani pernikahan dengan tanpa pacaran, rasa cinta yang mereka dapatkan hanya dalam tiga kali pertemuan. Pertemuan mereka pun bisa dibilang pertemuan yang hanya sekedar berkenalan Hai, How are you? belaka- sedikit kurang masuk akal tapi ya sudahlah. Cerita mereka membawa pembaca pada keadaan yang "menurutku" hampir mendekati kehidupan realistis. Jujur saja aku bersimpati dengan kompromi Hessa dan hatinya walaupun aku belum berumah tangga. Deskripsi tokoh dan suasana yang tidak bertele-tele membuat pembaca mudah untuk masuk dan merasakan apa yang ada dalam cerita. I am very appreciate you, Mba Ika. Selain itu, cerita yang lebih berbentuk narasi dengan baris dialog tokoh yang sedikit membuat saya, pembaca, merasa seperti membaca buku harian tokoh, baik Hessa atau Afnan. Banyak sekali beberapa hal baru yang saya dapat di buku ini, seperti contoh Depresi yang di alami Hessa, kehidupan di negara dimana matahari merasa malu menunjukan sinarnya, dan hal lainnya. Menurutku, buku ini bukan karya sastra yang pantas dibaca penggemar sastra fiksi asli karena seperti yang saya bilang di atas, "merasa seperti membaca buku harian tokoh", ya buku harian yang di publikasi. Saya sedikit terganggu dengan aklamasi yang digunakan pada dialog tokoh. Misal, Afnan! Hessa! dan banyak lagi, rasanya seperti mereka hobi bentak-bentak. Selanjutnya, saya merasa ada plot cerita yang hilang, tiba-tiba begini, tiba-tiba begitu, seperti lompat-lompat. Ya balik lagi, seperti buku harian, kita tidak menuliskan dengan gamblang cerita keseharian kita di diary kan? Penulis juga kurang menceritakan bagaimana mereka saling mencintai. Saya rasa mereka hanya menggunakan kata I love you kemudian mereka berpelukan, ber-popohe ria. Terakhir, karena gambaran tokoh terlalu umum, contoh dengan Afnan sebagai laki-laki ganteng, nerd, umurnya 30, dll.

  18. 4 out of 5

    Cut Maqfirah

    "Orang yang mencintai kita dan kita cintai. Idelnya menikah memang dengan orang seperti itu. Selalu ada sisi baik dan buruk dalam diri setiap orang. Cinta yang membuat kita menerima itu semua." Setelah baca cerita ini aku punya satu pandangan baru tentang pasangan yang tinggal di luar negeri. Sebelumnya aku hanya baca di Qoura sih lebih tepatnya tapi ketika baca ini aku ngerasa seperti masuk ke alur cerita. Aku jatuh cinta dengan tulisan kak Ika setelah membaca novelnya yang berjudul The Game of L "Orang yang mencintai kita dan kita cintai. Idelnya menikah memang dengan orang seperti itu. Selalu ada sisi baik dan buruk dalam diri setiap orang. Cinta yang membuat kita menerima itu semua." Setelah baca cerita ini aku punya satu pandangan baru tentang pasangan yang tinggal di luar negeri. Sebelumnya aku hanya baca di Qoura sih lebih tepatnya tapi ketika baca ini aku ngerasa seperti masuk ke alur cerita. Aku jatuh cinta dengan tulisan kak Ika setelah membaca novelnya yang berjudul The Game of Love dimana yang kita tahu penulis pintar memadukan science dengan fiksi. Sebagai pembaca aku merasa sedang belajar juga dengan isi pemikiran para tokoh. Ketika aku membaca novel My Bittersweet Marriage sedikit banyak aku kesel dengan tokoh lelakinya. Terkesan egois banget gitu nggak mau mementingkan perasaan istrinya sampai-sampai Hessa--istrinya harus mengidap SAD. Tapi di sisi lain aku menyukai plot cerita ini karena Afnan benar-benar bertanggung jawab dengan sudah membawa Hessa ke Aarhus dan jauh dari keluarganya. Dengan menggantungkan hidup dengan Afnan Hessa merasa depresi karena tidak bisa melakukan apapun selain berada di rumah. Dan itu membuatku sebagai pembaca juga ikutan depresi memikirkan hidup selamanya akan begitu. Mungkin beberapa akan setuju kalau karakter di cerita ini masih terkesan sedikit lemah tapi its okay. Daripada mengambil sisi romancenya aku lebih menikmati tiap sudut Aarhus yang di deskripsikan di cerita ini. Sembilan baca bisa jalan-jalan di imajinasi juga kan? Serta ada ilmu yang bisa dipetik. Untuk yang mau baca, memang ada beberapa typo yang sedikit mengganggu tapi yasudah mau gimana lagi. Bacaan ini cocok dibaca ketika sedang santai dengan pengen baca Le Marriage yang ringan. Rekomendasi dari aku.

  19. 4 out of 5

    Anggia Mustika

    Pernikahan sering dimulai seperti My Bittersweet Marriage. Kita nggak beruntung bisa dapat pacar waktu sekolah, kuliah, atau kerja. Lalu ada salah satu keluarga atau teman yang mengenalkan kita dengan seseorang. Kita nggak jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi setelah ketemu dan ngobrol kita tahu kita sama-sama mempunyai gambaran masa depan yang sama. Kita menikah dan cinta bisa ditumbuhkan sambil jalan. Tapi di kasus Hessa dan Afnan My Bittersweet Marriage, proses menumbuhkan cintanya terham Pernikahan sering dimulai seperti My Bittersweet Marriage. Kita nggak beruntung bisa dapat pacar waktu sekolah, kuliah, atau kerja. Lalu ada salah satu keluarga atau teman yang mengenalkan kita dengan seseorang. Kita nggak jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi setelah ketemu dan ngobrol kita tahu kita sama-sama mempunyai gambaran masa depan yang sama. Kita menikah dan cinta bisa ditumbuhkan sambil jalan. Tapi di kasus Hessa dan Afnan My Bittersweet Marriage, proses menumbuhkan cintanya terhambat, karena pindah negara, ke Denmark, ke Arhus. Pindah ke luar kota aja ribetnya minta ampun, apalagi pindah ke negara lain setelah puluhan tahun hidup di Indonesia. Dari segi emosi saja sudah menjadi tantangan untuk Hessa. Belum lagi dari sisi mental, Hessa kena seasonal affective disorder. Afnan bukan laki-laki yang sensitif, jadi dia nggak tahu apa yang dibutuhkan Hessa darinya pada awal-awal hidup mereka di Arhus. Sedangkan Hessa nggak mengomunikasikan apa yang dia butuhkan kepada Afnan. Afnan berharap Hessa langsung bisa menyesuaikan diri. Hessa berharap Afnan bisa menemaninya menyesuaikan diri dengan Arhus, bukan melepasliarkan Hessa seniri. Ini cerita yang cocok dibaca untuk kita yang suka ceritan romance tapi nggak suka romance yang menye-menye. Hubungan Afnan dan Hessa adalah hubungan yang dewasa. Dengan interaksi-interaksi dan pemikiran yang dewasa pula. Manis dan romantis, karena mereka pengantin baru kan. Diceritakan dengan baik, dari segi narasi untuk pemikiran tokoh, detail lokasi hidup mereka, kejadian, juga dari percakapan percakapan yang mengalir. Sangat bagus.

  20. 5 out of 5

    LyngLyng LingLung

    Laki-laki yang baik itu meski tidak mencintaimu dia tidak akan menyakitimu. Orang-orang bilang, cinta itu kalau kita rela melakukan apapun untuk orang yang kita cintai. Meskipun itu bertentangan dengan keinginan kita. Meskipun itu hal yang paling tidak kita sukai. Keinginan mereka lebih itu daripada keinginan kita. (hal 113) Berapa orang yang berhasil menemukan Mr. right lalu menikah dengan mereka? Kalau melihat dari statistik perceraian sih kebanyakan orang malah menikah dengan Mr. Wrong Life is n Laki-laki yang baik itu meski tidak mencintaimu dia tidak akan menyakitimu. Orang-orang bilang, cinta itu kalau kita rela melakukan apapun untuk orang yang kita cintai. Meskipun itu bertentangan dengan keinginan kita. Meskipun itu hal yang paling tidak kita sukai. Keinginan mereka lebih itu daripada keinginan kita. (hal 113) Berapa orang yang berhasil menemukan Mr. right lalu menikah dengan mereka? Kalau melihat dari statistik perceraian sih kebanyakan orang malah menikah dengan Mr. Wrong Life is not about a happily ever after. Its about finding happiness even in the darkest of time. === Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk mereka yang akan atau baru saja menikah. Disamping ceritanya yang apik, banyak nasihat pernikahan yang bisa dipetik di dalamnya. Novel ini menceritakan pernikahan duan insan yang baru saling mengenal, lalu tinggal di Denmark, yang mana musimnya jauh berbeda dengan Indonesia. Novel ini pun banyak menceritakan tentang Seasonal Affective Disorder, yang mana saya baru tahu kalau ada gitu penyakit yang disebabkan kurang munculnya matahari? Pengetahuan penulis tentang Denmark dan sekitarnya pun patut diacungin jempol. Sampai saya berfikir, jangan-jangan novel ini non fiksi. Terimakasih Ika Vihara yang telah menulis novel keren ini. Rating saya 5 of 5 star. 📆28/02/18~28/02/18 🌟 5/5 📖 272 pages #100pagesperday ✒#ikavihara 🌐 #mybittersweetmarriage 📌 #weddinglit 📚 18/48 #goodreadsreadingchallenge2018 #finallyreading #oneweekonebook @gerakan_1week1book

  21. 4 out of 5

    Diana Wenny

    Ikaa.. seneng deh baca buku tulisan teman kuliah sendiri ini. Ga nyangka ika yang ceria nampaknya sudah dewasa dan paham benar lika liku pernikahan dan memaknainya. Peran Hessa sebagai seorang istri yang mengikuti kemana suaminya berkarir, mengorbankan kepentingan dan keinginan dirinya sendiri untuk suaminya bukanlah suatu kesalahan. Aku setuju dengan keputusan yang Hessa buat. Walaupun banyak ujian dan cobaan saat dia di Arhus dan selalu menderita di setiap musim dingin, asalkan ada cintanya ya Ikaa.. seneng deh baca buku tulisan teman kuliah sendiri ini. Ga nyangka ika yang ceria nampaknya sudah dewasa dan paham benar lika liku pernikahan dan memaknainya. Peran Hessa sebagai seorang istri yang mengikuti kemana suaminya berkarir, mengorbankan kepentingan dan keinginan dirinya sendiri untuk suaminya bukanlah suatu kesalahan. Aku setuju dengan keputusan yang Hessa buat. Walaupun banyak ujian dan cobaan saat dia di Arhus dan selalu menderita di setiap musim dingin, asalkan ada cintanya yang selalu mencintainya, sepertinya bukan masalah. Ga ngebayangin gimana ya berada di Denmark di musim dingin, bisa saja banyak orang yang berasal dari daerah tropis terkena Seasonal Affective Disorder, karena biasa hidup dengan limpahan sinar matahari, kemudian mendadak berada di daerah dengan siang yang pendek sekali. Ika, cerita ini bagus juga loh kalau dijadikan film gitu.. Pasti akan lebih menginspirasi banyak orang dalam berumah tangga. Isinya sudah detail juga kalau dijadikan script skenario. Untuk gambaran setting tempatnya di novel ini mungkin bisa lebih jelas lagi.. Selain itu yang belum tergambar jelas juga seperti apa ya gambaran fisik Hessa dan Afnan itu, seberapa cantik dan gantengnya mereka.. Kan aku jadi penasaran.. :D Untuk pesan-pesan moralnya top banget.. Keren deh ika..

  22. 4 out of 5

    Lina Kristi

    Aku sangat menyukai Hessa. Dia semacam mewakili banyak wanita di sekitarku. Menikah dan beda kota dengan suami? Istri yang pindah T___T Aku merasa ini tidak adil dan suaraku seperti diwakili Hessa, yang pindah jauh beda benua mengikuti suaminya. Pendapat-pendapat Hessa, apa yang dirasakan Hessa, dan sebagainya itu real. Jujur saja, baru aku tahu di buku ini kalau orang yang biasa hidup di bawah sinar matahari bisa mengalami amsalah kesehatan mental saat kehilangan sinar matahari itu. Cerita ini Aku sangat menyukai Hessa. Dia semacam mewakili banyak wanita di sekitarku. Menikah dan beda kota dengan suami? Istri yang pindah T___T Aku merasa ini tidak adil dan suaraku seperti diwakili Hessa, yang pindah jauh beda benua mengikuti suaminya. Pendapat-pendapat Hessa, apa yang dirasakan Hessa, dan sebagainya itu real. Jujur saja, baru aku tahu di buku ini kalau orang yang biasa hidup di bawah sinar matahari bisa mengalami amsalah kesehatan mental saat kehilangan sinar matahari itu. Cerita ini sangat nyaman dibaca, nggak perlu mengerutkan kening, karena hal-hal yang susah pun seperti SAD dijelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami. Penulis mengambil waktu di awal pernikahan Afnan dan Hessa, dan itu tepat karena tantangan pernikahan banyak di situ. Di mana orang yang terbiasa single harus serumah sama orang yang terbiasa single juga. Apalagi membiasakan dirinya dilakukan di negara yang benar-benar baru. Makannnya baru, mata uangnya baru, bahasanya baru, cuacanya baru, dan banyak yang baru-baru dan beda, yang semakin menambah uniknya cerita ini. Sangat mudah menyukai Afnan dan Hessa, karena mereka berdua sama-sama orang baik, hanya saja mereka belum menemukan solusi komunikasi yang tepat. Penggambaran kota Arhusnya baik dan jadi mendorongku buat mencari-cari lebih jauh. Bagus banget.

  23. 5 out of 5

    Ninda

    Cerita yang menyenangkan buat dibaca. Banyak yang bisa disukai mulai dari setiing lokasinya di Arhus, topik yang dibahas seperti seasonal affective disorder, pekerjaan tokoh yang nggak biasa, sampai kecocokan di antara Afnan dan Hessa. Sejak awal sudah terasa mereka diciptakan buat satu sama lain. Keputusan mereka menikah juga didasari dengan pertimbangan-pertimbanagn yang matang. Seharusnya nggak ada masalah apa-apa dalam pernikahan mereka. Tapi ternyata kepindahan ke Aarhus membuat masalah-mas Cerita yang menyenangkan buat dibaca. Banyak yang bisa disukai mulai dari setiing lokasinya di Arhus, topik yang dibahas seperti seasonal affective disorder, pekerjaan tokoh yang nggak biasa, sampai kecocokan di antara Afnan dan Hessa. Sejak awal sudah terasa mereka diciptakan buat satu sama lain. Keputusan mereka menikah juga didasari dengan pertimbangan-pertimbanagn yang matang. Seharusnya nggak ada masalah apa-apa dalam pernikahan mereka. Tapi ternyata kepindahan ke Aarhus membuat masalah-masalah dalam pernikahan mereka mulai muncul. Di antaranya masalah kesehatan fisik dan mental. Kekagetan Hessa dan Afnan sangat bisa dipahami. Dulunya mereka terbiasa single, kalau sakit yang urusan sendiri. Sekarang masa pasangan sakit, nggak ngurusin. Masalah komunikasi juga menjadi kendala di antara mereka. Hessa tipe orang yang ingin dipahami tanpa ngasih tahu, yah ini nyebelin, tapi aku sering juga hahaha. Sedangkan Afnan tipe nggak pekaan. Menarik banget menyimak bagaimana mereka menjalani hidup di Arhus dan mencari cara buat menjembatai perbedaan. Penulis pandai mengaduk-aduk emosi, jadi sepanjang cerita bakal berubah-ubah bisa senyum sendiri, nangis, nyesek, kesal, dan sebagainya. Harus banget dibaca.

  24. 5 out of 5

    Maynuverse

    My Bittersweet Marriage by Ika Vihara Buku ini sebenarnya bisa dikemas lebih apik lagi konflik dan alur ceritanya. Salah satu genre yang aku suka dengan trope marriage life! Huuu :( Berawal dari Afnan dan Hessa yang saling kenal secara mendadak, menikah secara mendadak juga. Aarhus adalah tujuan mereka. Pekerjaan Afnan di sana, dan rumahnya juga di sana. Ketidaksiapan Hessa untuk menikah dengan Afnan malah membuat buku ini terkesan bertele-tele dan cuma membahas betapa homesicknya Hessa di Aarhus :( My Bittersweet Marriage by Ika Vihara Buku ini sebenarnya bisa dikemas lebih apik lagi konflik dan alur ceritanya. Salah satu genre yang aku suka dengan trope marriage life! Huuu :( Berawal dari Afnan dan Hessa yang saling kenal secara mendadak, menikah secara mendadak juga. Aarhus adalah tujuan mereka. Pekerjaan Afnan di sana, dan rumahnya juga di sana. Ketidaksiapan Hessa untuk menikah dengan Afnan malah membuat buku ini terkesan bertele-tele dan cuma membahas betapa homesicknya Hessa di Aarhus :( Di usia mereka yang hitungannya sudah matang, mereka juga harus tau konsep after marriage itu seperti apa. Siap dengan apapun yang dihadapi bahkan perkara anak dan role nya. Aku suka sebenernya di bagian Hessa menjadi seorang penyintas SAD dan konflik karena kehilangan anak. Tapi lagi-lagi sudut pndang dari Hessa terlalu banyak sehingga yang aku baca cuma kesedihan dia aja, bukan Afnan. Buku ini terlalu banyak memakai tanda baca (!) Di akhir nama tokohnya. Kenapa ya? Kan padahal mereka gak bentak, gak manggil juga. Overall aku sedikit kecewa sama buku ini, karena harusnya bisa dikemas lebih apik dan komplek. But i really love them waktu udah di Aarhus, di bagian seneng-senengnya doang si 😁😁😁

  25. 5 out of 5

    Marinda I

    Aku suka saat seorang tokoh dilemparkan ke sebuah dunia yang asing baginya. Kadang hidup seperti itu, nggak bisa diprediksi akan menempatkan kita di mana. Di sini Hessa nggak cuma harus menikah tapi pernikahan itu juga membawanya ke tempat lain ke Arhus. Melihat Hessa harus menyesuaikan diri di luar zona nyamannya memberiku keyakinan tersendiri, aku akan bisa sepertinya, menjadi kuat. Afnan langsung sibuk catch up dengan kariernya yang sempat ditinggal ke Indonesia untuk menikah, dan itu membuat Aku suka saat seorang tokoh dilemparkan ke sebuah dunia yang asing baginya. Kadang hidup seperti itu, nggak bisa diprediksi akan menempatkan kita di mana. Di sini Hessa nggak cuma harus menikah tapi pernikahan itu juga membawanya ke tempat lain ke Arhus. Melihat Hessa harus menyesuaikan diri di luar zona nyamannya memberiku keyakinan tersendiri, aku akan bisa sepertinya, menjadi kuat. Afnan langsung sibuk catch up dengan kariernya yang sempat ditinggal ke Indonesia untuk menikah, dan itu membuat Hessa menjadi semakin merana. Diagnosis SAD yang diterima Hessa akhirnya membuka mata Afnan bahwa dia juga harus memikirkan istrinya yang sudah berkorban meninggalkan banyak orang dan hal yang dicintainya di Indonesia. Dari sana mereka mulai menyelami perasaan masing-masing, mencoba membangun rumah tangga yang didasari dengan niat baik. Konflik-konflik kecil pengantin baru yang disajikan unik, karena dipicu dengan rasa frustrasi Hessa akan lingkungan dan kebudayaan baru. Wah, kencan di Arhus dengan Afnan menyenangkan banget buat dibayangkan. Jadi berharap suatu hari nanti bisa ke sana. Kalimat-kalimat narasinya membuat kita mudah membayangkan setiap adegan dan tempat. Interaksi di antara Afnan dan Hessa melibatkan emosi dan logika dengan seimbang.

  26. 5 out of 5

    Syayidina

    Daftar kota yang harus kukunjungi sebelum mati nambah. Aarhus. Yang kutahu juga dari buku ini. Indah banget kalau baca gambaran Kak Ika. Aku sampai googling dan mau tahu kayak apa kota ini. Jatuh cinta aku padanya. Seperti aku jatuh cinta pada Afnan dan Hessa. Kok bisa sih Afnan melamar gadis yang baru ditemui 2 kali, ngelamarnya waktu beli koper. Alasan yang dikemukakan Kak Ika mengenai kenapa orang gak perlu malu dibantu cari pasangan oleh orangtua--alias dijodohkan--masuk akal banget dan eleg Daftar kota yang harus kukunjungi sebelum mati nambah. Aarhus. Yang kutahu juga dari buku ini. Indah banget kalau baca gambaran Kak Ika. Aku sampai googling dan mau tahu kayak apa kota ini. Jatuh cinta aku padanya. Seperti aku jatuh cinta pada Afnan dan Hessa. Kok bisa sih Afnan melamar gadis yang baru ditemui 2 kali, ngelamarnya waktu beli koper. Alasan yang dikemukakan Kak Ika mengenai kenapa orang gak perlu malu dibantu cari pasangan oleh orangtua--alias dijodohkan--masuk akal banget dan elegan. Bukan karena perjanjian bisnis atau melunasin utang. Tapi .... temukan sendiri aja apa alasan Afnan melakukan itu. Yang kusuka adalah karakter Afnan. Jos, Kak. Afnan ini sukses dalam karier dan hobi karena dia selalu melakukan yang terbaik, dia terbiasa melakukannya dan untuk pernikahan mereka, Afnan juga akan melakukan yang terbaik. Tapi itu Afnan. Gimana Hessa? Hidup Hessa nggak menyenangkan di Aarhus. Dan ini menimbulkan konflik dalam pernikahan mereka. Nggak ada yang mudah ya, apalagi rumah tangga. DI tempat baru, di dekat kutub utara kata Kak Ika, dengan orang yang baru dikenal. Semuanya keren dan aku suka.

  27. 5 out of 5

    Nulaniah

    Bagian awal agak bertele-tele menurutku, penolakan Hessa sama perjodohan yang diatur mamanya tadinya cukup wajar, karena gak kenal dll kan, tapi kok makin lama jadi makin ngeselin, mana akhirnya setelah kenal malah dia yang jadi lebih agresif, lol. Banyak pengulangan kata dan kalimat, sama banyak tanda baca berlebihan, kayak : !!!! ...! Ini awalnya dari Wattpad, kalo di sana ada tanda begitu gak masalah, tapi ini versi cetak, harusnya diperbaiki lagi, sayang banget. Untungnya aku baca di ipusnas, j Bagian awal agak bertele-tele menurutku, penolakan Hessa sama perjodohan yang diatur mamanya tadinya cukup wajar, karena gak kenal dll kan, tapi kok makin lama jadi makin ngeselin, mana akhirnya setelah kenal malah dia yang jadi lebih agresif, lol. Banyak pengulangan kata dan kalimat, sama banyak tanda baca berlebihan, kayak : !!!! ...! Ini awalnya dari Wattpad, kalo di sana ada tanda begitu gak masalah, tapi ini versi cetak, harusnya diperbaiki lagi, sayang banget. Untungnya aku baca di ipusnas, jadi gak papa deh xD Terus pas pertengahan, alurnya malah terlalu cepet, entah perasaanku aja apa gimana, tapi ceritanya jadi kayak loncat-loncat gitu. Mereka baikan, berantem, ribut, eh akur lagi. Ceritanya lumayan sih kalo boleh kubilang, idenya oke, tapi berasa ada yang kuraaang gitu. Rasanya ini novel datar-datar aja, gak ada gregetnya. Aku bahkan gak bisa bersimpati sama tokoh-tokohnya. Aku suka endingnya, tapi ya udah gitu aja, gak ada perasaan khusus yang melekat setelah baca ini novel, dibilang bagus banget, enggak, dikatain jelek juga bukan, cuma biasa aja buatku. Mungkin kembali lagi karena masalah selera ya.

  28. 5 out of 5

    Literasi Bumi

    Romansa pernikahan memang cerita yang menarik bagi wanita usia 20-30 an. Dan romansa di novel ini disajikan dengan sangat apik. Tak hanya itu saja, tapi bagaimana kehidupan naik-turun emosi dan percintaan diantara sepasang manusia yang menikah tanpa cinta dan memulai jatuh cinta selepas akad nikah, itu cerita yang selalu menarik. Mbak Ika Vihara sangat lihat dalam menceritakan segala sesuatu nya tentang SAD (Seasonal Affective Disorder) yang dialami oleh Hessa dan juga Denmark. Aku jadi ingin ke Romansa pernikahan memang cerita yang menarik bagi wanita usia 20-30 an. Dan romansa di novel ini disajikan dengan sangat apik. Tak hanya itu saja, tapi bagaimana kehidupan naik-turun emosi dan percintaan diantara sepasang manusia yang menikah tanpa cinta dan memulai jatuh cinta selepas akad nikah, itu cerita yang selalu menarik. Mbak Ika Vihara sangat lihat dalam menceritakan segala sesuatu nya tentang SAD (Seasonal Affective Disorder) yang dialami oleh Hessa dan juga Denmark. Aku jadi ingin ke Denmark dan merasakan bagaimana kondisi disana sesungguhnya, tapi aku takut kena SAD juga, hahaha. Afnan, laki-laki seperti dia memang ideal. Cara pandang dan berpikir nya patut dicontoh oleh laki-laki yang masih menjadi calon suami. I love all about Afnan, termasuk bagaimana dia serius dan fokus pada pekerjaannya meneliti dan menjadi professor di bidang mikrobiologi. If i were a man, i wanna be like Afnan. Klo bahasa arabnya namanya Itqan, professional. Cool character. Overall, this book is awesome!

  29. 4 out of 5

    Biancasteria

    [SPOILER MAYBE ALERT] setelah berposthink kalo ceritanya bakal seru di akhir .... well ya cukup memuaskan, ending sesuai yang diharapkan walaupun kayak ada bagian yang "hilang" dimulai dari perkenalan yg berlalu dengan "keengganan" antara Hessa dan Afnan, yg lalu tiba2 melamar, dan lalu tiba2 disetujui , kayak kebanyakan "kejadian mendadak" di awal cerita lalu cerita mulai menanjak saat pasangan ini mulai jalan kehidupan di Aarhus, kotanya Afnan. Berusaha menumbuhkan cinta kayaknya disini perkara y [SPOILER MAYBE ALERT] setelah berposthink kalo ceritanya bakal seru di akhir .... well ya cukup memuaskan, ending sesuai yang diharapkan walaupun kayak ada bagian yang "hilang" dimulai dari perkenalan yg berlalu dengan "keengganan" antara Hessa dan Afnan, yg lalu tiba2 melamar, dan lalu tiba2 disetujui , kayak kebanyakan "kejadian mendadak" di awal cerita lalu cerita mulai menanjak saat pasangan ini mulai jalan kehidupan di Aarhus, kotanya Afnan. Berusaha menumbuhkan cinta kayaknya disini perkara yg cukup mudah walaupun pasangan ini kerap bermasalah dan adu argumen, but they end it in sweet way! ini bikin poin plus buat Afnan-Hessa :> cara pasangan ini mengatasi masalah dengan menyesuaikan ego masing2, Afnan menurunkan egoisnya dan Hessa berusaha memahami Afnan, bisa dipetik pelajarannya untuk berumah tangga nanti memang ceritanya banyak yg "terpaksa" dan datar, tp masih bisa buat dinikmati sebagai bacaan santai

  30. 5 out of 5

    Choirunnisa

    My Bittersweet Marriage wajib dibaca penyuka novel bertema pernikahan sepertiku. Romantis. Afnan bisa manis saat dibutuhkan, alias nggak setiap saat. Sedangkan Hessa, dia mewakili perasaan dan kehidupan wanita di akhir usia 20-an. Yang dikejar-kejar buat menikah. Buku ini bukan cuma tentang happy ever after, tapi buat menuju ke sana kita ditunjukkan sebuah proses yang nggak mudah. Dengan masa perkenalan Hessa dan Afnan yang singkat karena perjodohan, penyesuaian dengan kehidupan dan negara baru, My Bittersweet Marriage wajib dibaca penyuka novel bertema pernikahan sepertiku. Romantis. Afnan bisa manis saat dibutuhkan, alias nggak setiap saat. Sedangkan Hessa, dia mewakili perasaan dan kehidupan wanita di akhir usia 20-an. Yang dikejar-kejar buat menikah. Buku ini bukan cuma tentang happy ever after, tapi buat menuju ke sana kita ditunjukkan sebuah proses yang nggak mudah. Dengan masa perkenalan Hessa dan Afnan yang singkat karena perjodohan, penyesuaian dengan kehidupan dan negara baru, isu mengenai keturuan, dan lain-lain menjadi tantangan bagi rumah-tangga Afnan dan Hessa. Menarik mengikuti kepindahan Hessa ke negara baru sampai mengidap seasonal affective disorder. Walaupun nggak ke luar negeri, tapi aku pindah mengikuti suami dan sempat merasakan kangen dengan tempat asal di awanl-awal tahun. Sejak awal Hessa dan Afnan sudah tahu mereka akan bisa saling mencintai. Tetapi di buku ini ditunjukkan bahwa bukan itu saja elemen penting yang membuat pernikahan berjalan.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...